MAKASSAR, KORANSULSEL – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus mendorong pelaku usaha mikro, khususnya di sektor busana lokal, untuk berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Langkah ini diwujudkan melalui program pendampingan dan pengembangan UMKM yang digelar Minggu (tanggal lengkap sesuai kebutuhan) oleh Pokja III TP PKK Kota Makassar.
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa sektor busana lokal menyimpan potensi besar untuk tumbuh dan bersaing, baik di level lokal, nasional, hingga internasional. Apalagi Makassar dikenal memiliki kekayaan budaya dan warisan wastra seperti tenun sutra dan songket khas Bugis-Makassar.
“Potensi ini harus dirawat dan dikembangkan dengan pendekatan inovatif. Inovasi, penguatan kapasitas, serta pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar UMKM busana lokal bisa bersaing di era digital dan global,” ujar Melinda.
Acara ini turut dihadiri pelaku usaha busana lokal dan pengurus PKK dari berbagai kelurahan di Makassar. Para peserta mendapatkan materi pengembangan desain, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan usaha berkelanjutan.
Melinda menambahkan, pemberdayaan ekonomi keluarga adalah bagian penting dari misi PKK. Pokja III, katanya, memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas perempuan melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin UMKM mendapatkan wawasan, motivasi, dan jejaring baru agar bisa naik kelas,” jelasnya.
Salah satu narasumber yang hadir adalah desainer nasional Hasryman Chyms Mansyur. Ia mengangkat filosofi busana tradisional seperti Baju Bodo dan Baju La’bu, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga etika berpakaian di era modern.
Bank Indonesia juga hadir dalam kegiatan ini untuk memberikan edukasi tentang literasi keuangan dan akses pembiayaan. Sementara itu, desainer lokal Ida Jashari berbagi kisah suksesnya memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam memperluas usahanya.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, TP PKK Makassar berharap UMKM busana lokal bisa lebih mandiri, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak ekonomi keluarga. (ant/KS)




