PLN Siap Suplai Listrik 27 MVA untuk Pabrik Smelter di Maros

MAKASSAR – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan memasok kebutuhan listrik sebesar 27 mega volt ampere (MVA) untuk mendukung operasional pabrik Smelter Feronikel milik PT Sinar Tjokro Steel (STS) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kesiapan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Utara dan PT STS.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan PLN siap memberikan layanan listrik andal dan berkualitas untuk mendukung sektor industri, termasuk industri smelter yang membutuhkan pasokan energi besar.

“Industri baja membutuhkan energi listrik yang sangat besar. PLN siap memenuhinya dengan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan harga yang kompetitif,” ujarnya di Makassar, Senin (11/5).

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Manager PLN UP3 Makassar Utara Martinus Irianto Pasensi bersama Direktur PT STS Lin Bo, serta disaksikan jajaran PLN UID Sulselrabar dan PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi.

Menurut Edyansyah, kerja sama tersebut menjadi bagian dari dukungan PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan bagi sektor industri dan bisnis.

Ia menilai ketersediaan pasokan listrik yang stabil akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.

“Kami optimistis kerja sama seperti ini akan terus berjalan demi mendorong perekonomian. Pelaku usaha bisa fokus pada bisnis inti perusahaan, sementara PLN memastikan kebutuhan listrik terpenuhi sesuai jadwal,” katanya.

Sementara itu, perwakilan PT STS, Sukianto Tjahyadi, mengapresiasi respons cepat dan dukungan PLN terhadap kebutuhan operasional perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas dukungan listrik yang akan disalurkan. Kami berharap dengan pasokan listrik PLN, usaha pabrik baja ini dapat terus berkembang,” ujarnya.

READ  Dinkes Sulsel Catat Peningkatan Kasus Baru TBC pada 2024

Pasokan listrik 27 MVA tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung aktivitas produksi smelter feronikel di Kabupaten Maros sebagai bagian dari pengembangan industri hilirisasi di Sulawesi Selatan. (ant/MK)

Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER