MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperketat pengawasan terhadap progres program Multiyears Project (MYP) infrastruktur jalan agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai target dan standar kualitas yang telah ditetapkan.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pengawasan dilakukan secara intensif untuk memastikan proyek strategis tersebut memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Insya Allah kita terus kawal agar pengerjaan berjalan maksimal dan selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya di Makassar, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, program MYP Infrastruktur Jalan Paket 1 Tahun Anggaran 2025–2027 dengan nilai proyek mencapai Rp430 miliar saat ini tengah dikerjakan secara bertahap.
Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Sejumlah ruas jalan yang masuk dalam Paket 1 menunjukkan progres berbeda-beda. Ruas Jalan Hertasning tercatat mencapai progres 64,34 persen, sedangkan ruas Burung-Burung menuju Bili-Bili mencapai 66,35 persen.
Sementara itu, progres Ruas Jalan Aroepala Makassar baru mencapai 10,91 persen.
Untuk Ruas Jalan Tun Abdul Razak di Kabupaten Gowa, saat ini masih dalam tahap pemasangan precast U-Ditch atau instalasi drainase beton pracetak.
Selain itu, Ruas Tanete–Tanaberu tercatat mencapai progres 12,43 persen, Ruas Jalan HM Yasin Limpo 34,95 persen, serta Ruas Kalimporo–Sumalaya–Batas Sinjai mencapai 17,47 persen.
Andi Sudirman menegaskan seluruh pihak yang terlibat diminta menjaga mutu pekerjaan agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Program MYP Infrastruktur Jalan sendiri menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulsel dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas konektivitas antarwilayah.
Selain memperlancar akses transportasi, proyek tersebut juga diharapkan mampu menekan biaya logistik dan membuka akses ekonomi baru di berbagai daerah di Sulsel. (ant/MK)
Editor: Agus S




