MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat merespons kondisi pasangan lansia bernama Norma Dg Tene dan suaminya, Kaharu, yang tinggal di rumah tidak layak huni di Jalan Kesadaran IV, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang.
Pasangan lansia tersebut selama ini hidup berdua di sebuah gubuk lapuk dengan kondisi memprihatinkan di kawasan pinggiran Kota Makassar.
Camat Panakkukang Syahril mengatakan kunjungan pemerintah dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan dan perhatian.
“Ini bagian dari perhatian pemerintah kota terhadap warga yang membutuhkan, sesuai arahan Bapak Wali Kota. Kami datang mengunjungi warga, sekaligus membawa bantuan kebutuhan sementara,” ujarnya, Sabtu (3/5).
Dalam kunjungannya, Syahril tidak hanya melihat langsung kondisi rumah pasangan lansia itu, tetapi juga berdialog dan menyerahkan bantuan kebutuhan dasar.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin setelah menerima laporan terkait kondisi pasangan lansia tersebut.
Mendapat informasi adanya warga lanjut usia yang tinggal di rumah tidak layak huni, Munafri langsung memerintahkan Camat Panakkukang bersama pihak kelurahan untuk turun ke lokasi.
Selain itu, Wali Kota juga meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) segera melakukan survei sebagai bagian dari rencana rehabilitasi rumah.
Perbaikan tersebut nantinya tidak hanya fokus pada renovasi bangunan, tetapi juga penataan lingkungan sekitar agar lebih layak dan tertata.
“Saya sudah sampaikan Dinas Perumahan dan PU agar survei lokasi pekan ini. Seluruh langkah ini merupakan bagian dari respons dan kepedulian pemerintah kota dalam menjawab kebutuhan dan aspirasi warga,” kata Munafri.
Tak hanya Disperkim, Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga diminta turun langsung membersihkan area sekitar dan memastikan akses jalan menuju lokasi dapat berfungsi dengan baik.
Pemkot Makassar berharap program rehabilitasi tersebut bisa segera terealisasi agar pasangan lansia tersebut dapat tinggal di hunian yang lebih aman dan layak. (ant/MK)
Editor: Agus S




