Dinkes Bulukumba Gencarkan Imunisasi, Respons Lonjakan Kasus Campak

BULUKUMBA – Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba meningkatkan program imunisasi sebagai langkah cepat menekan lonjakan kasus campak atau morbili yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinkes Bulukumba Amrullah menyampaikan, langkah ini difokuskan untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang rentan menyerang anak-anak.

“Ini upaya pencegahan agar penyebaran campak bisa ditekan,” ujarnya, Rabu.

Berdasarkan data Dinkes, sejak November 2025 hingga pertengahan Februari 2026 tercatat sebanyak 171 kasus suspek campak di wilayah Bulukumba.

Lonjakan kasus terjadi signifikan pada Januari 2026, meski dalam beberapa pekan terakhir tren mulai menunjukkan penurunan.

Seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek karena hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu konfirmasi dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar.

Amrullah menjelaskan, peningkatan kasus dipengaruhi oleh tren nasional serta cakupan imunisasi yang belum mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Dari hasil penelusuran epidemiologi, ditemukan sejumlah penderita merupakan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Sebagai respons, Dinkes Bulukumba menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak-rubella serta memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat dasar.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya imunisasi bagi anak.

Dinkes juga memperkuat sistem surveilans, termasuk pemantauan kasus dan pelacakan kontak erat guna mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB).

Program ini merupakan bagian dari upaya nasional yang juga dilaksanakan di sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan, seperti Maros, Luwu Timur, dan Jeneponto.

Langkah intensif ini diharapkan mampu menekan penyebaran campak sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan anak di wilayah Bulukumba. (ant/KS)

READ  KPK Dorong Pembentukan Percontohan Kabupaten Kota Antikorupsi di Sulsel
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER