MAKASSAR – Dua awak Kapal Motor (KM) Citra Anugrah meninggal dunia setelah terjadi ledakan disertai kebakaran saat kapal bersandar di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan berdasarkan temuan awal, ledakan diduga berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram yang ditemukan dalam kondisi terbelah.
“Berdasarkan temuan awal di lokasi kejadian, diduga ledakan berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram yang ditemukan dalam kondisi terbelah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Makassar, Senin (17/3).
Dua korban meninggal dunia masing-masing Aryadin (40) yang merupakan kapten kapal dan Arif Jaya (40) anak buah kapal (ABK). Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri saat insiden terjadi.
Sementara itu, dua ABK lainnya berhasil selamat. Iksan (45) mengalami patah tulang kaki setelah melompat dari kapal, sedangkan Irfan (35) hanya mengalami luka ringan.
KM Citra Anugrah diketahui milik Haji Salam dan mengangkut sekitar 2.000 paket barang campuran, termasuk bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite, serta tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram dan 12 kilogram.
Akibat ledakan tersebut, sebagian muatan kapal berhamburan di sekitar area dermaga.
Rencananya, barang-barang tersebut akan didistribusikan ke Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Petugas dari Polres Kepulauan Selayar bersama instansi terkait langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta membantu proses pemadaman api yang sempat mengeluarkan asap hitam tebal di area pelabuhan.
Kapolres menjelaskan muatan kapal tersebut merupakan pasokan kebutuhan masyarakat yang akan dikirim ke wilayah Pasimarannu menjelang Lebaran.
Atas kejadian ini, pihak terkait juga melakukan koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan terganggunya distribusi logistik ke wilayah tersebut.
Sementara itu, dua korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Kecamatan Pasimarannu setelah keluarga menolak dilakukan proses autopsi.
Meski dugaan awal mengarah pada ledakan tabung gas, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran kapal tersebut. (ant/KS)




