MAKASSAR – Pimpinan bersama anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan dana infak sebesar Rp61 juta kepada pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar untuk mendukung kegiatan buka puasa bersama selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina mengatakan dana tersebut merupakan hasil infak dari para pimpinan dan anggota DPRD Sulsel yang kemudian disalurkan kepada pengelola masjid.
“Kami semua anggota mewakili Ketua DPRD menyerahkan infak ini untuk diteruskan kepada pengelola Masjid Al-Markaz. Dana infak yang kami serahkan sebesar Rp61 juta,” ujar Rahman Pina di Makassar, Minggu (8/3).
Menurutnya, dana tersebut akan digunakan untuk membantu penyediaan hidangan berbuka puasa bagi masyarakat yang datang ke Masjid Al-Markaz selama bulan Ramadhan. Penyalurannya dilakukan melalui pengurus Yayasan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid tersebut.
Rahman menyebutkan kegiatan buka puasa bersama di Masjid Al-Markaz setiap hari diikuti oleh sekitar seribu jamaah sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya, setidaknya bisa membantu pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama. Di Masjid Al-Markaz ini ada sekitar seribuan orang berbuka puasa setiap harinya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh anggota DPRD Sulsel yang telah berpartisipasi dalam pengumpulan infak tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Penyerahan dana infak tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi A Wawo serta sejumlah anggota DPRD Sulsel, yakni Mizar Roem, Fadli Ananda, dan Heriwawan yang mewakili Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi. Bantuan tersebut diterima langsung oleh pengurus Masjid Al-Markaz H Muhammad Roem.
Sementara itu, pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Nanissa Suwarni mengatakan pihaknya setiap tahun secara rutin menyediakan hidangan berbuka puasa bagi masyarakat.
Pada Ramadhan 2026 ini, panitia memilih menggunakan kemasan ramah lingkungan berupa kertas nasi yang dilapisi daun untuk mengurangi penggunaan plastik.
“Kami menghindari penggunaan plastik seperti boks atau kemasan mika karena sampahnya sangat banyak. Dengan kemasan daun dan kertas, selesai makan bisa langsung dibuang tanpa menyisakan banyak sampah plastik,” ujarnya.
Program pembagian buka puasa Ramadhan di Masjid Al-Markaz menargetkan sekitar 1.200 porsi takjil dan makanan setiap hari. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terstruktur, mulai dari pembagian takjil sebelum azan maghrib hingga distribusi makanan menggunakan sistem kupon setelah shalat maghrib. (ant/KS)




