MAKASSAR – Suasana di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung mendadak mencekam setelah sekelompok orang tak dikenal menyerang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Rabu (5/11) petang. Dalam insiden itu, lima sepeda motor hangus terbakar dan sejumlah kaca jendela ruang kuliah pecah akibat lemparan benda keras.
Kapolsek Tamalate Kompol Syarifuddin menyatakan pihaknya masih mendalami motif di balik aksi anarkistis tersebut. Ia menjelaskan, para pelaku tiba-tiba masuk ke area fakultas, menyerang, merusak fasilitas kampus, dan membakar kendaraan milik mahasiswa yang terparkir di sekitar lokasi.
“Kami saat ini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman apa motif dari kejadian tersebut,” kata Syarifuddin di lokasi kejadian, Makassar, Sulawesi Selatan.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga aksi itu berkaitan dengan bentrokan antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA. Berdasarkan rekaman video yang beredar, sejumlah orang terlihat menyerang dari arah Fakultas MIPA menuju Fakultas Teknik sambil merusak dan membakar motor.
“Kalau dilihat dari video, mereka menyerang dari MIPA ke arah Teknik. Ada saling serang, dan kami temukan lima motor terbakar di area MIPA,” ujarnya.
Tim Jatanras Polrestabes Makassar bersama aparat Polsek Tamalate langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan. Petugas melakukan penyisiran untuk mengamankan situasi dan mencegah kerusuhan meluas. Namun saat aparat tiba, para pelaku sudah melarikan diri. Di lokasi, ditemukan lima motor yang terbakar dan sejumlah kaca gedung pecah akibat benturan keras.
“Kami temukan lima motor terbakar di area MIPA dan kaca gedung banyak yang pecah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan situasinya sudah terkendali,” jelas Syarifuddin.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keamanan kampus untuk memperketat penjagaan, terutama pada malam hari. Polisi juga menyarankan agar pintu gerbang utama kampus ditutup setelah jam kuliah berakhir guna mencegah insiden serupa. “Kalau ada mahasiswa yang mau masuk malam hari untuk penelitian, sekuriti wajib mencatat identitas dan kegiatan yang dilakukan,” tambahnya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNM, Arifin Manggau, menyayangkan terjadinya perusakan fasilitas kampus serta pembakaran motor mahasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kampus tengah berupaya menelusuri akar permasalahan yang memicu bentrokan itu.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Belum diketahui apakah ini persoalan pribadi atau ada pemicu lain. Besok kami akan rapat bersama pimpinan fakultas dan Pelaksana Harian Rektor Prof Farida Patittingi untuk menentukan langkah-langkah berikutnya,” ujarnya.
Mengenai aktivitas perkuliahan pascakejadian, Arifin mengatakan keputusan akan diambil setelah rapat bersama pimpinan universitas. “Belum ada keputusan apakah kuliah diliburkan atau tidak. Kami masih menunggu hasil rapat dengan Plh Rektor,” katanya. (ant/KS).




