SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, terus mendorong transformasi digital di sektor pertanian dan peternakan dengan menerapkan sistem pembayaran non tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengatakan penerapan QRIS diharapkan mampu menciptakan transaksi yang lebih praktis, aman, dan transparan di kalangan masyarakat tani dan peternak.
“Dengan penerapan QRIS, transaksi masyarakat di sektor pertanian dan peternakan diharapkan dapat lebih efisien dan mudah dipantau. Ini bagian dari langkah kita menuju digitalisasi ekonomi daerah,” ujarnya saat menghadiri Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2025 di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Menurut Syaharuddin, penggunaan QRIS kini mulai diterapkan dalam berbagai aktivitas jual beli hasil pertanian, peternakan ayam, telur, serta pembelian kebutuhan usaha masyarakat. Selain itu, sistem pembayaran digital ini juga telah digunakan dalam berbagai layanan pajak dan retribusi daerah.
Untuk penerimaan pajak, QRIS digunakan dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak hotel, restoran, parkir, reklame, hiburan, serta pajak air tanah dan sarang burung walet.
Sedangkan untuk retribusi daerah, QRIS telah diterapkan dalam pembayaran persampahan, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), terminal, pasar, rumah dinas, tepi jalan umum, tempat wisata, hingga sarana olahraga.
“Bahkan PDAM dan sejumlah masjid di Sidrap sudah menggunakan QRIS untuk memudahkan pembayaran layanan dan donasi jemaah,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Sulsel periode 2019–2024 ini menegaskan bahwa penerapan QRIS merupakan bentuk dukungan nyata Pemkab Sidrap terhadap program digitalisasi keuangan daerah dan penguatan ekonomi berbasis teknologi.
“Ke depan, penerapan QRIS akan terus diperluas agar manfaat transaksi digital bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat Sidrap,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sidrap, Muhammad Rohady Ramadhan, menambahkan pihaknya siap menindaklanjuti arahan bupati dengan memperluas penggunaan QRIS bagi petani dan peternak.
“Kami berkomitmen menjalankan program ini untuk memperkuat digitalisasi transaksi di Sidrap, khususnya di sektor pertanian dan peternakan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Sidrap dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan penghasil telur ayam terbesar di Sulawesi, sehingga penerapan sistem pembayaran digital di sektor ini diharapkan semakin memperkuat efisiensi dan daya saing ekonomi daerah. (ant/KS)




