MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima paparan teknis dari investor asal Tiongkok, CAMC Engineering Co. Ltd (CAMCE), terkait rencana pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan lokasi yang dilakukan sebulan lalu.
Munafri menegaskan stadion yang dirancang bukan sekadar arena olahraga, tetapi kawasan terpadu yang menjadi ikon baru Makassar sekaligus pusat aktivitas masyarakat di wilayah timur kota. Ia mengapresiasi desain yang diajukan CAMCE, namun menekankan Pemkot Makassar lebih menginginkan pola investasi, bukan pinjaman.
“Desain stadion dan pengembangan wilayahnya memang bagus, tetapi harapan kita bukan pada pola pinjaman. Kita ingin bagaimana mereka benar-benar masuk berinvestasi untuk kawasan Untia ini,” ujarnya, Kamis (11/9).
Dalam audiensi, CAMCE membawa alternatif desain stadion, sementara Pemkot Makassar juga menyampaikan tawaran sebagai bentuk diskusi terbuka. Munafri, atau yang akrab disapa Appi, menekankan pembangunan stadion harus memperhatikan detail teknis terkait keselamatan penonton, kenyamanan, dan standar kualitas bangunan.
General Project Manager CAMCE, Mr. Xiao, memaparkan hasil survei serta desain stadion lengkap dengan fasilitas pendukung. Rancangan tersebut mencakup wisma atlet, gymnasium, lapangan latihan, area parkir, masjid, hingga jogging track terintegrasi di sekitar stadion. Stadion ini direncanakan berkapasitas 15.000–20.000 penonton dengan standar internasional sesuai regulasi FIFA.
Appi menegaskan Pemkot Makassar berkomitmen menghadirkan stadion berkelas internasional sebagai ikon baru sekaligus penggerak ekonomi di kawasan timur Makassar. (ant/KS)




