MAKASSAR, KORANSULSEL – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VI Makassar, Brigadir Jenderal TNI Marinir Wahyudi, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ekspedisi Pelayaran Akademis III (EPA III) yang digagas oleh Korps Pencinta Alam (Korpala) Universitas Hasanuddin (Unhas), yang akan berlayar melintasi perairan empat negara menggunakan perahu tradisional Sandeq.
“Berlayar melintasi laut empat negara menggunakan perahu Sandeq akan mempertegas bahwa orang suku Mandar, Bugis, dan Makassar adalah pelaut ulung,” ujar Brigjen Wahyudi dalam keterangannya di Makassar, Jumat (1/8/2025).
Ia memberikan apresiasi atas inisiatif Korpala Unhas yang tidak hanya mengangkat nilai budaya, tetapi juga melestarikan tradisi pelayaran sebagai bagian penting dari identitas masyarakat maritim di Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya. Menurutnya, ketangguhan dan semangat mengarungi samudera telah menjadi warisan bangsa yang harus terus dijaga.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini, terutama dalam hal promosi budaya maritim. Upaya seperti ini sejalan dengan visi Lantamal VI Makassar untuk memperkenalkan semangat mengarungi samudera kepada masyarakat luas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia EPA III Unhas, Wanawidia, menjelaskan bahwa ekspedisi ini merupakan kelanjutan dari dua pelayaran sebelumnya dan kini hadir dengan misi yang lebih luas: mengangkat isu kebudayaan dan ekologi.
“Pelayaran ini tidak sekadar menjadi kelanjutan dari dua pelayaran sebelumnya, melainkan juga menjadi respons atas tantangan kekinian: perubahan iklim, degradasi ekosistem laut, dan terkikisnya warisan maritim di Nusantara,” jelasnya.
EPA III dijadwalkan berlangsung selama 66 hari, mulai Juli hingga September 2025, menggunakan perahu tradisional Sandeq—perahu khas suku Mandar di Sulawesi. Tim ekspedisi akan menelusuri jejak pelaut pengembara dari Sulawesi menuju empat negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Rute pelayaran ini mencakup ribuan mil laut dengan menjadikan laut sebagai laboratorium hidup untuk refleksi dan edukasi publik.
“Tim EPA III akan berlayar menelusuri jejak persebaran pelaut dari Pulau Sulawesi hingga Asia Tenggara. Ini bukan hanya ekspedisi petualangan, tapi bentuk diplomasi budaya dan ekologi,” pungkas Wanawidia. (ant/KS)
Editor: Agus S




