MAKASSAR, KORANSULSEL – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, MA, PhD, secara resmi melepas tujuh pesilat kampusnya untuk berlaga dalam ajang Tapak Suci World Championship 2 yang akan berlangsung di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2025.
Dalam pernyataannya di Makassar, Kamis (17/7/2025), Prof. Hamdan menyampaikan kebanggaannya atas semangat para atlet Tapak Suci UIN Alauddin dan berharap keikutsertaan mereka mampu mengharumkan nama kampus di kancah internasional.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para atlet Tapak Suci. Semoga perjuangan mereka berbuah manis dan membawa nama baik UIN Alauddin di level internasional,” ujarnya.
Kontingen UIN Alauddin terdiri dari tujuh atlet dan satu wasit. Mereka akan turun di dua kategori utama: seni beregu campuran (lima atlet) dan ganda bersenjata (dua atlet). Para atlet yang diberangkatkan merupakan gabungan dari mahasiswa, alumni, dan tenaga kependidikan UIN Alauddin.
Adapun atlet-atlet yang akan mewakili UIN Alauddin Makassar dalam kejuaraan internasional ini terdiri atas enam orang, yakni M. Erwin Syah, Alifka Atmo Ridho Bastiawan, Ikrar Wisaldi Saiful, Hajrawati, Nur Hikmah, dan Imam Khalis. Mereka akan bertanding membawa semangat juang serta nama baik almamater di ajang Tapak Suci World Championship 2.
Sementara Saripa Nur Intan, tenaga PPPK di UIN Alauddin, dipercaya sebagai wasit dalam ajang internasional tersebut.
Ketua pelatih sekaligus salah satu atlet, M. Erwin Syah, menyebutkan bahwa persiapan intensif telah dilakukan menjelang keberangkatan. Ia menyebut keikutsertaan ini sebagai bagian dari pembinaan prestasi mahasiswa melalui UKM Tapak Suci di kampus.
“Kami siap menampilkan yang terbaik. Harapannya tentu membawa pulang medali dan mempersembahkan untuk almamater tercinta,” ujar Erwin optimis.
Tapak Suci World Championship 2 merupakan kejuaraan pencak silat berskala internasional yang diikuti oleh perwakilan resmi dari Pimpinan Wilayah (Pimwil) Tapak Suci Putera Muhammadiyah di seluruh Indonesia dan Perwakilan Wilayah (Perwil) dari luar negeri. Peserta yang bertanding merupakan atlet berusia 17–35 tahun yang akan didampingi pimpinan tim dan pelatih dari masing-masing wilayah.
UIN Alauddin menjadi salah satu perguruan tinggi yang aktif mendorong kiprah mahasiswanya di ajang internasional, sebagai bagian dari pembinaan karakter, sportivitas, dan prestasi lintas negara. (ant/KS)




