MAKASSAR, KORANSULSEL – Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mulai menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai langkah konkret untuk menahan lonjakan harga beras yang terus merangkak naik di pasar.
Langkah ini diawasi langsung oleh Kepala Kanwil Perum Bulog Sulselbar, Fahrurozi, yang bersama jajaran Bulog Makassar, Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, dan Satgas Pangan melakukan pemantauan ke sejumlah kios di Pasar Terong, Makassar, Minggu (13/7).
“Surat penugasan penyaluran SPHP sudah keluar sejak Jumat lalu. Kami pastikan di lapangan bahwa kualitas, timbangan, dan sistem penjualan berbasis aplikasi benar-benar dijalankan oleh mitra,” jelas Fahrurozi.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu panik menghadapi kenaikan harga beras yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, fluktuasi harga merupakan fenomena biasa menjelang panen raya, yang diperkirakan akan berlangsung akhir Juli hingga awal Agustus.
Sejauh ini, Bulog Sulselbar telah menyerap 768 ribu ton gabah kering yang setara dengan 462 ribu ton beras. Bahkan, stok beras di Sulsel kini mencapai 541 ribu ton—cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 4 hingga 5 bulan ke depan, dan dalam kondisi normal, diklaim bisa bertahan hingga 4,5 tahun.
Selain penyaluran SPHP, Bulog juga mempercepat distribusi bantuan pangan untuk alokasi Juni–Juli. Sebanyak 548 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sulselbar akan menerima beras secara cuma-cuma. “Totalnya sekitar 11 ribu ton dan ditargetkan rampung pada 30 Juli,” tambah Fahrurozi.
Kepala Cabang Bulog Makassar, Kamila Hasmin Marinta, menjelaskan bahwa tiga mitra Rumah Pangan Kita (RPK) di Pasar Terong telah menerima kuota beras SPHP dan siap menyalurkan sesuai sistem aplikasi resmi. Sementara di daerah penyangga seperti Maros, Gowa, Takalar, dan Pangkep, distribusi akan menyusul begitu kesiapan mitra dan sistem terpenuhi.
Meski belum ada kuota nasional yang ditetapkan secara khusus, Kamila menegaskan bahwa penyaluran tetap berjalan di masing-masing kabupaten/kota.
Kepala Bidang Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Hikmah, menyatakan pihaknya turut aktif memantau harga di pasar dan telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah titik. “Upaya stabilisasi terus dilakukan agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari kehadiran pemerintah,” ucapnya. (ant/KS)




