MAKASSAR – Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 mulai membuahkan hasil. Pemerintah Kota Makassar mencatat sejumlah negara telah menjajaki peluang kerja sama di bidang perdagangan komoditas unggulan Sulawesi Selatan hingga pengembangan sektor pariwisata.
Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makassar Andi Zulfitra Dianta mengatakan salah satu negara yang menunjukkan minat serius adalah Fiji.
“Produk gula aren asal Sulawesi Selatan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor bernilai tambah,” ujarnya.
Menurut Zulfitra, delegasi Fiji tertarik mengimpor palm sugar atau gula aren sebagai alternatif pemanis yang lebih sehat untuk membantu menekan tingginya angka penderita diabetes di negaranya.
Selain gula aren, kopi menjadi komoditas Sulawesi Selatan yang paling banyak menarik perhatian para delegasi internasional.
Sejumlah produsen lokal seperti TOARCO Jaya, Kopi Leluhur, Kandora Coffee, dan Kopi Setia mendapat respons positif dari perwakilan Filipina, Ukraina, Venezuela, Fiji, Laos, Kuba, hingga Tunisia.
Dengan Tunisia, pembahasan berkembang tidak hanya pada potensi ekspor kopi, tetapi juga perdagangan komoditas kurma serta peluang investasi melalui kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Kurma dinilai memiliki prospek besar karena permintaannya di Indonesia terus meningkat, sehingga membuka peluang perdagangan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Sementara itu, pembahasan dengan Malaysia lebih difokuskan pada kerja sama pertukaran budaya (cultural exchange) dan promosi sektor pariwisata.
Delegasi Malaysia menilai Makassar memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan destinasi wisata yang potensial untuk dipromosikan melalui berbagai program kolaborasi.
“Tren wisata global yang kini mengarah pada pengalaman autentik dinilai menjadi peluang besar bagi Makassar untuk menawarkan wisata berbasis budaya, sejarah, hingga kuliner,” kata Andi Zulfitra.
Ia menilai penyelenggaraan IGS 2026 membuktikan diplomasi melalui kuliner tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga mampu membuka peluang konkret di sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Pemerintah Kota Makassar berharap seluruh penjajakan tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, eksportir, industri pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.(MK)
Editor: Agus S.




