MAKASSAR – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menyerbu Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) dan merusak sejumlah fasilitas kampus setelah seorang rekan mereka diduga dipukuli mahasiswa saat aksi demonstrasi di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/3) malam.
Insiden tersebut bermula ketika seorang pengemudi ojol bernama Emil sedang mengantarkan pesanan makanan. Saat melintas di depan kampus, jalan diketahui sedang diblokir oleh mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi.
“Kronologinya itu, saya lagi mengantar orderan makanan. Dari kami ojol sudah minta izin ke pendemo membuka jalan mau menyelesaikan pengantaran order. Tapi tidak mau, lalu tiba-tiba saya diserang,” ujar Emil kepada wartawan di lokasi kejadian.
Selain tidak diizinkan melintas, Emil mengaku dipukuli oleh oknum mahasiswa. Bahkan sepeda motor miliknya dirusak. Ia juga menyebut adiknya turut menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut.
“Motor dirusak, dihancurkan. Sementara ini baru satu yang diketahui rusak, tidak tahu kalau ada motor teman-teman lain yang dirusak. Adik saya juga dipukuli, ini sementara visum dan sudah ada pertanggungjawaban dari kampus,” tuturnya.
Kabar mengenai pemukulan terhadap pengemudi ojol tersebut cepat menyebar di kalangan sesama pengemudi. Solidaritas para ojol pun memicu kedatangan ratusan pengemudi ke lokasi untuk mencari pelaku.
Massa ojol kemudian melempari batu ke arah mahasiswa hingga memaksa mereka mundur masuk ke dalam area kampus. Sebagian massa bahkan merangsek masuk ke dalam kampus sambil mengejar mahasiswa yang berlarian.
Akibatnya, sejumlah fasilitas di lantai dasar Gedung Pinisi mengalami kerusakan, termasuk kaca jendela yang pecah akibat lemparan batu.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polrestabes Makassar langsung dikerahkan untuk meredam situasi agar tidak semakin meluas.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana bahkan turun langsung ke lokasi untuk menenangkan massa ojol yang berkumpul di depan kampus.
“Insyaallah apa yang menjadi keinginan rekan-rekan ojol akan kami laksanakan. Kami akan memproses pelaku pemukulan dan memperbaiki motor yang dirusak,” ujar Arya.
Menurutnya, aksi tersebut dipicu rasa solidaritas para pengemudi ojol terhadap rekannya yang diduga menjadi korban kekerasan saat sedang bekerja mengantarkan pesanan pelanggan.
“Kejadiannya ada rekan ojol berselisih paham dengan pengunjuk rasa karena dihalangi lewat. Motornya juga dirusak. Karena solidaritas, para ojol kemudian berkumpul menuntut keadilan,” katanya.
Pihak kepolisian memastikan akan mencari pelaku pemukulan terhadap pengemudi ojol tersebut dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Polisi juga menyatakan sepeda motor korban yang dirusak akan diganti agar dapat kembali digunakan untuk bekerja.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak civitas akademika Universitas Negeri Makassar terkait insiden tersebut.
Adapun aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di lokasi sebelumnya berkaitan dengan tuntutan reformasi institusi kepolisian menyusul sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan aparat dan menimbulkan korban jiwa. (ant/KS)




