LUWU TIMUR, KORANSULSEL – PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari holding BUMN pertambangan MIND.ID, menggandeng TNI AL, Yayasan Konservasi Cinta Laut Indonesia (YKCLI), dan masyarakat dalam aksi restorasi lingkungan pesisir di Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia 2025 ini mencakup penanaman 2.000 bibit mangrove, serta restorasi lamun dan terumbu karang di kawasan pesisir yang mengalami degradasi.
“Kami tidak hanya menanam pohon, tetapi sedang menanam ketahanan untuk masa depan. Ini adalah komitmen kami untuk membangun pertambangan yang tidak hanya produktif, tetapi juga peduli pada keberlanjutan,” tegas Abu Ashar, Wakil Presiden Direktur sekaligus Chief Operations & Infrastructure Officer PT Vale, Sabtu (tanggal sesuai).
Aksi restorasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PT Vale dalam menjaga ekosistem pesisir, dengan menggandeng TNI AL Lantamal VI Makassar, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurut Abu, krisis iklim global dan kerentanan wilayah pesisir akibat abrasi serta menurunnya keanekaragaman hayati, menjadikan momen Hari Mangrove Sedunia sebagai panggilan untuk bertindak.
Indonesia diketahui memiliki hutan mangrove terluas di dunia, namun lebih dari 50 persen telah mengalami degradasi. Hasil kajian ekologis PT Vale pada tahun 2022 menunjukkan bahwa di kawasan pesisir Malili, hutan mangrove yang tersisa seluas 647 hektare memiliki kepadatan rendah dan fungsi ekologi yang menurun drastis. Ekosistem lamun hanya tersisa 0,88 hektare, sementara terumbu karang yang masih sehat hanya 30,96 hektare dari total 111 hektare yang ada.
“Kondisi ini adalah alarm. Jika ekosistem pesisir rusak, maka bukan hanya lingkungan yang terdampak, tapi juga ekonomi masyarakat dan harapan untuk pertumbuhan inklusif,” kata Endra Kusuma, Direktur Hubungan Eksternal PT Vale.
Untuk itu, PT Vale juga melakukan restorasi bawah laut dengan menurunkan 50 struktur transplantasi terumbu karang (spider) dan membangun 20 rumah karang (nursery) di titik kritis kawasan Mangkasa Poin, pesisir Desa Pasi-Pasi.
Komandan Lantamal VI Makassar, Brigjen TNI (Mar) Wahyudi, menegaskan bahwa upaya pelestarian pesisir seperti penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang juga merupakan bagian dari strategi pertahanan negara. “TNI AL memiliki tanggung jawab moral dan strategis dalam menjaga potensi maritim nasional. Tugas besar ini tidak bisa dijalankan sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar warisan laut dan pesisir bisa dinikmati generasi mendatang,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masdin, mewakili Bupati Irwan Bachri Syam. Ia menilai, PT Vale hadir tidak hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memotivasi masyarakat menjaga lingkungan hidup, khususnya di wilayah pesisir.
Sementara itu, Kepala Desa Pasi-Pasi, Sofian Ibnu Hasim, menilai aksi kolaboratif ini sangat bermanfaat bagi wilayahnya. “Alhamdulillah, hari ini dilaksanakan aksi yang baik bagi desa. Harapannya bisa terus berlanjut dan ditingkatkan,” ujarnya.
Aksi ini turut melibatkan berbagai pihak seperti Sorowako Diving Club (SDC), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, serta komunitas konservasi lainnya, sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas sektor untuk membangun masa depan pesisir yang tangguh dan berkelanjutan. (ant/KS)




