Pinrang Kembangkan Rumput Laut untuk Ekspor, Libatkan Masyarakat Pesisir

PINRANG, KORANSULSEL – Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, terus mendorong pengembangan budidaya rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor dengan melibatkan masyarakat pesisir. Komitmen ini ditegaskan Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, saat menghadiri workshop pengembangan rumput laut di wilayahnya, Senin (21/7/2025).

“Pemkab Pinrang berkomitmen mengembangkan sektor kelautan dan perikanan, khususnya budidaya rumput laut, untuk peningkatan devisa negara melalui ekspor,” ujarnya.

Pinrang memiliki garis pantai sepanjang 101 kilometer, yang menjadi modal besar untuk pengembangan sektor perikanan budidaya, termasuk rumput laut, ikan bandeng, udang windu, dan udang vaname.

Khusus untuk budidaya rumput laut jenis Glacilaria, telah dikembangkan di lahan seluas 3.020 hektare yang tersebar di Kecamatan Duampanua. Berdasarkan data Dinas Perkebunan, Kelautan, dan Perikanan setempat, total produksi mencapai 19.373,80 ton dengan produktivitas rata-rata 6.415,17 kilogram per hektare.

Potensi pasar rumput laut juga dinilai sangat menjanjikan. Saat ini, Pinrang menjadi lokasi pabrik pengolahan rumput laut terbesar di Asia, yang memerlukan pasokan bahan baku dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

“Potensi alam kita sudah sangat mendukung. Tinggal bagaimana kita membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat,” jelas Irwan.

Melalui workshop ini, Pemkab berharap para pelaku budidaya dan kelompok nelayan dapat memahami serta menerapkan teknik peningkatan kualitas rumput laut sesuai dengan standar industri dan kebutuhan pasar ekspor. (ant/KS)

READ  Kemenkumham Sulsel Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatra, Kakanwil Apresiasi Solidaritas Pegawai
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER