MAKASSAR, KORANSULSEL – Pemerintah Kota Makassar mulai menyalurkan seragam sekolah gratis kepada 33 ribu siswa SD dan SMP pada hari pertama masuk sekolah, Senin (14/7/2025). Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif Wali Kota Munafri Arifudin dan Wakil Wali Kota Hj Aliyah Mustika untuk meringankan beban orang tua serta mencegah praktik pungutan liar (pungli).
“Setiap siswa akan mendapat dua pasang seragam lengkap dengan atributnya. Ini bagian dari upaya membantu orang tua dan sekaligus menekan potensi pungli di sekolah,” ujar Achi, Minggu (13/7).
Dari total 33 ribu penerima di tahap pertama, sebanyak 19 ribu merupakan siswa SD dan 14 ribu dari jenjang SMP. Program ini akan dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan total target penerima mencapai 66 ribu siswa.
Achi menambahkan bahwa kebijakan ini selaras dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendorong terciptanya sistem pendidikan yang bersih dan transparan. Anggaran untuk pengadaan seragam bersumber dari efisiensi anggaran daerah, sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2026, yang menekankan prioritas belanja pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Dengan kebijakan ini, sekolah dilarang menjual seragam demi keuntungan. Namun, masyarakat tetap diperbolehkan membeli seragam secara mandiri di luar sekolah. Khusus untuk seragam batik dan pakaian olahraga, sekolah masih diberi kewenangan untuk menyediakan.
“Tidak ada lagi alasan sekolah menjual seragam. Kalau mau beli sendiri, silakan di luar. Tapi batik dan olahraga boleh dijual di sekolah karena sifatnya lebih khas,” tegasnya. (ant/KS)




