MAKASSAR, KORANSULSEL — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus mengakselerasi pertumbuhan pelaku usaha mikro dengan memperkuat program inkubasi. Sedikitnya 3.000 UMKM di Kota Makassar kini telah masuk dalam tahap pra-inkubasi, sebagai bagian dari strategi penguatan imunitas ekonomi lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara menyeluruh melalui pelatihan, pembinaan, dan fasilitasi legalitas usaha.
“Ini adalah langkah konkret untuk mendorong UMKM naik kelas. Saat ini, sekitar 3.000 pelaku UMKM telah masuk tahap pra-inkubasi,” ujarnya, Minggu (22/6/2025).
Program inkubasi ini mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha, seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Selain itu, UMKM juga mendapatkan pendampingan dalam desain kemasan dan label produk agar tampil menarik dan sesuai standar pasar.
“Pelaku UMKM juga diberikan pelatihan intensif dalam manajemen keuangan, pemasaran digital, dan peningkatan kualitas produk. Tujuannya jelas, agar mereka mampu bersaing dan usahanya berkelanjutan,” tambah Rheza.
Sejak empat tahun terakhir, kehadiran Inkubator UMKM Kota Makassar terbukti memberikan dampak positif dalam mendorong transformasi pelaku usaha dari informal menuju formal dan berorientasi pasar. Dinas Koperasi dan UMKM juga aktif memfasilitasi promosi melalui media sosial, partisipasi dalam pameran dan bazar, serta kemitraan strategis.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan pada awal Juni 2025 adalah menjalin kerja sama dengan hotel-hotel berbintang di Makassar. Produk UMKM yang telah lolos proses kurasi kini ditampilkan di lobi hotel dalam bentuk etalase khusus yang memudahkan pengunjung untuk mengenal dan membeli produk lokal unggulan.
Langkah ini dinilai efektif tidak hanya dalam meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun citra profesional UMKM Makassar di mata pasar domestik maupun wisatawan. (ant/KS)




