Mahasiswa Unhas Kembangkan PLASTERA, Solusi Atasi Limbah Popok

MAKASSAR – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan PLASTERA (Plastic Decomposer Era), pembungkus limbah popok berbasis biokomposit sebagai solusi mengurangi dampak limbah popok sekali pakai yang sulit terurai di lingkungan.

Ketua tim, Andi Aliyah Tenri Awaru, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat terhadap pengelolaan limbah popok yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, PLASTERA memanfaatkan limbah organik berupa kulit singkong dan cangkang telur yang dipadukan dengan eco-enzyme untuk mendukung proses biodegradasi.

“Secara ilmiah, kami memanfaatkan karakteristik beberapa biomaterial. Pati yang diekstraksi dari kulit singkong berfungsi sebagai bahan utama pembentuk bioplastik yang lebih mudah terurai dibandingkan plastik berbasis minyak bumi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Makassar, Minggu.

Ia menjelaskan, serbuk cangkang telur digunakan sebagai penguat struktur material sehingga meningkatkan kekuatan mekanis pembungkus. Sementara eco-enzyme diintegrasikan untuk menciptakan kondisi yang lebih mendukung aktivitas mikroorganisme dalam proses penguraian limbah organik.

Selain ramah lingkungan, PLASTERA juga dirancang memenuhi kebutuhan praktis pengguna. Kantong pembungkus dilengkapi perekat agar limbah popok dapat ditutup lebih rapat sehingga membantu mengurangi bau tidak sedap, sekaligus memiliki desain ringkas yang mudah dibawa saat bepergian.

Meski demikian, tim peneliti menilai inovasi material hanyalah salah satu bagian dari solusi. Karena itu, mereka juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah popok yang benar.

Untuk memperluas pemanfaatannya, tim PKM-K Unhas berencana memperkenalkan PLASTERA melalui media sosial, marketplace, bazar, serta berbagai pameran kewirausahaan mahasiswa.

Dosen pendamping tim, Dr. Nursinah Amir, mengatakan riset berbasis pemanfaatan limbah organik memiliki potensi melahirkan teknologi sederhana yang mampu menjawab persoalan pengelolaan sampah sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

READ  Investor Tiongkok Tawarkan Desain Stadion Untia, Wali Kota Makassar Tekankan Pola Investasi Bukan Pinjaman

Menurutnya, pengembangan PLASTERA menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan melalui riset yang aplikatif.

Indonesia diketahui menghasilkan sekitar 7,8 hingga 9,2 juta ton limbah plastik setiap tahun dan sebagian besar belum terkelola secara optimal. Di tengah meningkatnya penggunaan popok sekali pakai, inovasi biomaterial seperti PLASTERA diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pengurangan sampah melalui pendekatan teknologi, edukasi, dan perubahan perilaku masyarakat.

Tim PKM-K Unhas pengembang PLASTERA terdiri atas Andi Aliyah Tenri Awaru dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Fashila Aulia dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Putri Naila Az-Zahra Yusri dari Fakultas Kesehatan, serta Nabila Zahirah Putri Amri dari Fakultas Teknik. (MK)

Editor: Agus S.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER