Ekspor Sulsel Tembus Rp10,17 Triliun, Nikel Masih Rajai Pasar Global

MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor provinsi ini sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 567,63 juta dolar AS atau sekitar Rp10,17 triliun (kurs Rp17.932 per dolar AS).

Meski secara kumulatif masih menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri yang kuat, nilai ekspor pada Mei 2026 tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengatakan nilai ekspor Mei 2026 mencapai 122,42 juta dolar AS, turun 5,38 persen dibanding Mei 2025 yang sebesar 129,37 juta dolar AS.

“Kalau membandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (2025) itu ada penurunan sebesar 5,38 persen secara year-on-year,” ujarnya.

Menurut Aryanto, pelemahan ekspor dipengaruhi turunnya sejumlah komoditas unggulan, terutama biji-bijian berminyak serta besi dan baja.

Dari sepuluh kelompok komoditas utama, lak, getah, dan damar justru menjadi komoditas dengan pertumbuhan tertinggi. Nilai ekspornya naik 22,17 persen menjadi 4,24 juta dolar AS.

Sebaliknya, besi dan baja mengalami penurunan paling tajam, yakni 71,55 persen, dari 6,59 juta dolar AS menjadi hanya 1,88 juta dolar AS.

Penurunan besar juga terjadi pada ekspor daging dan olahan ikan yang merosot sekitar 70,15 persen, dari 3,24 juta dolar AS menjadi sekitar 970 ribu dolar AS.

Sementara itu, nikel masih menjadi tulang punggung ekspor Sulawesi Selatan.

Sepanjang Mei 2026, nilai ekspor nikel mencapai 77,42 juta dolar AS atau menyumbang 63,24 persen dari total ekspor daerah.

Di posisi berikutnya terdapat komoditas biji-bijian berminyak sebesar 15,78 juta dolar AS (12,89 persen), ikan dan udang 6,57 juta dolar AS (5,36 persen), garam, belerang, dan kapur 6,52 juta dolar AS (5,33 persen), kakao 4,59 juta dolar AS (3,73 persen), serta lak, getah, dan damar 4,24 juta dolar AS atau sekitar 3,47 persen.

READ  GM PLN UID Sulselrabar Meninggal Dunia saat Bertugas Ikut Rapat Kerja

Meski secara tahunan mengalami penurunan, Aryanto menyebut kinerja ekspor mulai menunjukkan perbaikan jika dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kalau secara year-on-year transaksi ekspor mengalami penurunan, justru secara month-to-month mengalami kenaikan 0,83 persen,” katanya.

Kenaikan bulanan tersebut menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekspor Sulawesi Selatan mulai bergerak naik, meski tantangan pada sejumlah komoditas utama masih membayangi kinerja perdagangan luar negeri provinsi ini. (MK)

Editor: Agus S.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER