MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan merehabilitasi kawasan pesisir seluas 2,7 hektare di Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tersebut difokuskan untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang selama bertahun-tahun mengalami degradasi akibat abrasi dan banjir rob.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan kawasan tersebut sebelumnya merupakan bekas lahan tambak yang perlahan kehilangan fungsi ekologisnya.
Abrasi terus menggerus daratan, sementara masyarakat pesisir harus hidup berdampingan dengan ancaman kerusakan lingkungan yang terus berulang.
“Lokasinya di pesisir Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, yang sebelumnya abrasi dan banjir rob pernah menjadi ancaman yang akrab bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui program rehabilitasi mangrove, PLN tidak hanya melakukan penanaman pohon, tetapi juga membangun upaya pemulihan ekosistem pesisir secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut melibatkan masyarakat pesisir, nelayan, hingga pengelola tambak dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pengawasan pertumbuhan mangrove.
Keterlibatan masyarakat diharapkan mampu menjadikan rehabilitasi mangrove sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program bantuan sesaat.
Dalam pelaksanaannya, program sempat menghadapi berbagai tantangan. Gelombang laut dan genangan air menyebabkan sebagian bibit mangrove tidak mampu bertahan.
Namun melalui pemantauan rutin, PLN UIP Sulawesi melakukan penyulaman bibit serta menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi pesisir, termasuk memperbanyak penanaman mangrove jenis Avicennia yang dinilai lebih adaptif terhadap kawasan pesisir terbuka.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hingga November 2025, sebanyak 5.401 pohon mangrove tercatat tumbuh dengan tingkat kelangsungan hidup sekitar 77 persen.
Capaian itu menjadi indikator awal keberhasilan rehabilitasi kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi sekaligus memperkuat perlindungan pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob.
Melalui program ini, PLN UIP Sulawesi berharap pemulihan ekosistem pesisir tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat pesisir di Jeneponto. (MK)
Editor: Agus S.




