MAKASSAR – Sebanyak 45 pegiat sektor perikanan di Kota Makassar mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2026 yang diselenggarakan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Makassar. Program ini bertujuan meningkatkan keselamatan melaut sekaligus mendongkrak produktivitas hasil tangkapan melalui pemanfaatan informasi cuaca dan teknologi.
Peserta terdiri atas nelayan tangkap, pembudidaya ikan, hingga pelaku usaha perikanan yang dibekali kemampuan membaca informasi cuaca maritim agar aktivitas melaut lebih aman, efektif, dan menghasilkan tangkapan yang optimal.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pola kerja nelayan kini harus berubah mengikuti perkembangan teknologi.
“Nelayan sekarang bukan lagi pergi ke laut hanya untuk mencari ikan, tetapi datang untuk menangkap ikan. Dengan dukungan teknologi, aktivitas melaut menjadi lebih terarah sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.
Munafri mengapresiasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyelenggarakan SLCN 2026. Menurutnya, informasi prakiraan cuaca telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat pesisir.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi memungkinkan nelayan mengetahui potensi lokasi penangkapan ikan sekaligus kondisi cuaca sebelum berangkat ke laut, sehingga risiko kecelakaan akibat cuaca buruk dapat ditekan.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Makassar berencana membantu nelayan melalui penyediaan perangkat GPS agar penentuan lokasi penangkapan ikan semakin akurat.
Selain itu, Munafri mengusulkan agar informasi cuaca dari BMKG diintegrasikan ke dalam aplikasi layanan digital Pemkot Makassar, Lontara Plus.
Melalui integrasi tersebut, nelayan diharapkan dapat mengakses prakiraan cuaca, tinggi gelombang, hingga peringatan dini secara cepat dalam satu platform.
Ia menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat nelayan menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus memperkuat budaya melaut yang aman.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar diaplikasikan dalam aktivitas para nelayan. Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung program-program seperti ini agar berlangsung secara berkelanjutan,” katanya. (MK/ant)
Editor: Agus S.




