MAKASSAR – Produk-produk unggulan Sulawesi Selatan berpeluang menembus pasar internasional setelah dipromosikan dalam Forum Business to Business (B2B) Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon mitra dagang dari berbagai negara.
Forum tersebut menjadi wadah penjajakan kerja sama perdagangan dan investasi sekaligus membuka akses ekspor baru bagi komoditas unggulan Sulsel.
Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Sulawesi Selatan Haidir Halik mengatakan IGS 2026 memberikan peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan bisnis ke pasar global.
“IGS 2026 ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon mitra dagang dari berbagai negara. Ini memberikan ruang yang sangat besar bagi pengusaha lokal untuk memperluas jaringan pasar internasional,” ujarnya.
Sedikitnya 13 negara mengikuti forum penjajakan bisnis tersebut, yakni Filipina, Belanda, Meksiko, Venezuela, Ukraina, Ethiopia, Tunisia, Kuba, Laos, Fiji, Kamboja, Nigeria, dan Kosta Rika.
Haidir menjelaskan pertemuan berlangsung melalui mekanisme business matching yang mempertemukan pembeli internasional dengan produsen maupun eksportir asal Sulawesi Selatan.
“Dari yang kami lihat, banyak terjadi kecocokan transaksi. Ini tentu menjadi kabar baik bagi pengusaha lokal maupun pemerintah di Sulsel yang ingin memperluas pasar ekspor,” katanya.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memahami kebutuhan pasar internasional sekaligus membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.
“Kami juga bisa belajar memahami kebutuhan pasar internasional sekaligus menjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.
Haidir menyebut komoditas yang paling banyak diminati masih didominasi produk unggulan Sulawesi Selatan, terutama kopi, disusul cokelat dan berbagai komoditas lainnya.
Ia juga menilai buah markisa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk khas daerah yang mampu bersaing di pasar ekspor.
“Sepertinya kita perlu mulai mengangkat markisa sebagai produk khas daerah yang memiliki potensi besar. Pasokannya memang belum terlalu banyak, tetapi kualitasnya sangat baik dan memiliki peluang pasar yang menjanjikan,” jelasnya.
Menurut Haidir, selama ini banyak negara membutuhkan komoditas unggulan Sulawesi Selatan, namun belum memiliki akses langsung kepada produsen maupun eksportir lokal.
Karena itu, ia berharap Forum B2B dalam rangkaian IGS dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai sarana promosi dan perluasan pasar bagi produk-produk unggulan daerah. (ant/MK)
Editor: Agus S.




