Unismuh–UTHM Malaysia Bahas Transformasi Pembelajaran Bahasa di Era AI

MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) menggelar kuliah tamu internasional yang membahas transformasi pembelajaran bahasa di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom tersebut mengupas berbagai dampak penggunaan AI terhadap proses pembelajaran, komunikasi akademik, hingga praktik penulisan di lingkungan perguruan tinggi.

Dekan Pusat Pengajian Bahasa UTHM, Prof Madya Dr Azmi bin Abdul Latif, mengatakan perkembangan teknologi AI telah mengubah cara pengajar dan mahasiswa berinteraksi dengan bahasa, mulai dari proses menulis hingga komunikasi akademik.

Menurutnya, perubahan ini menuntut lembaga pendidikan untuk beradaptasi secara inovatif tanpa mengabaikan integritas akademik.

“Perkembangan AI telah mengubah cara pengajar dan mahasiswa berinteraksi dengan bahasa. Karena itu, lembaga pendidikan harus mampu beradaptasi secara inovatif tanpa meninggalkan integritas akademik,” ujarnya dalam keterangan di Makassar, Selasa (3/3/2026).

Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Bahasa (LP2B) Unismuh Makassar, Prof Sulfasyah, menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak dapat menghindari perkembangan teknologi, namun tetap harus menjaga kualitas serta etika pendidikan.

“Sebagai pendidik, kita harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan kualitas dan etika pendidikan,” katanya.

Pada sesi pertama, Dr Radiah Hamid dari Unismuh Makassar yang juga Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris memaparkan materi bertajuk Umpan Balik Korektif dalam Proses Pembelajaran dan Pengajaran. Ia menekankan bahwa AI tidak akan menggantikan peran guru di kelas.

“AI dapat mengotomatisasi beberapa tugas, tetapi tidak dapat menggantikan pendampingan, empati, dan bimbingan yang diberikan guru. Peran guru akan bergeser, tetapi tetap sentral,” ujarnya.

Radiah menjelaskan bahwa umpan balik korektif bertujuan meningkatkan performa mahasiswa dengan menyoroti kesalahan secara objektif dan spesifik serta berfokus pada tugas, bukan pada karakter pribadi. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa positif dan arahan yang jelas agar mahasiswa tetap termotivasi.

READ  Pertengkaran Berujung Maut, Suami di Makassar Bunuh Istri di Rumah Kontrakan

Sesi kedua menghadirkan Prof Madya Dr Zulida Binti Abdul Kadir yang memaparkan hasil penelitian terkait kecemasan berkomunikasi mahasiswa. Ia menyebut penggunaan AI terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa saat berkomunikasi.

“Hasil penelitian kami menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan berkomunikasi setelah mahasiswa mengikuti intervensi berbantuan AI,” kata Zulida.

Menurutnya, AI menyediakan lingkungan latihan yang aman dan tidak menghakimi sehingga mahasiswa dapat berlatih tanpa tekanan sosial secara langsung. Interaksi non-emosional dari sistem AI dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri serta frekuensi latihan berbicara.

Sementara pada sesi ketiga, Prof Madya Dr Sarala memaparkan materi mengenai instruksi berbantuan AI dalam meningkatkan praktik penulisan akademik mahasiswa pascasarjana.

Ia menjelaskan berbagai tantangan yang sering dihadapi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah, mulai dari penyusunan argumen, koherensi paragraf, hingga persoalan plagiarisme.

“Alat AI dapat membantu pemeriksaan tata bahasa, kejelasan kalimat, dan penyuntingan awal, tetapi berpikir kritis tetap menjadi tanggung jawab penulis,” ujarnya.

Melalui kuliah tamu internasional ini, Unismuh Makassar dan UTHM Malaysia berharap kolaborasi akademik dapat terus berkembang, sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi AI secara bijak dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER