MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mempercepat langkah digitalisasi pajak dan retribusi daerah dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kolaborasi ini difokuskan pada integrasi sistem pembayaran pajak secara digital guna meningkatkan efektivitas dan kemudahan layanan bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly menegaskan komitmen pemkot dalam memperkuat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Ia menyebut Makassar termasuk daerah yang progresif dalam penerapan sistem pembayaran non-tunai.
“Makassar saat ini sangat giat mendorong digitalisasi. Dalam evaluasi transaksi P2DD oleh Bank Indonesia, Pemkot Makassar termasuk yang paling kencang menggunakan sistem pembayaran digital,” ujarnya di Makassar, Rabu (25/2/2026), usai pertemuan dengan pihak BRI.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam optimalisasi pendapatan daerah, khususnya pada sektor retribusi seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan retribusi kebersihan.
“Dalam rapat evaluasi di kantor gubernur, Makassar dinilai masih perlu meningkatkan capaian retribusi, seperti IMB dan kebersihan. Karena itu, kami menyambut baik jika ada kolaborasi pemkot dan BRI,” katanya.
Andi Zulkifly menegaskan, kerja sama tersebut harus dituangkan secara jelas dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan publik di tengah proses digitalisasi.
“Esensinya adalah bagaimana mempermudah masyarakat membayar pajak dan retribusi. Digitalisasi harus berdampak pada peningkatan kualitas layanan,” tegasnya.
Sementara itu, Regional Funding & Transaction Head Region 15 Makassar BRI, Dodi M. Reza, menyampaikan kesiapan BRI mendukung program digitalisasi Pemkot Makassar, termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui platform digital.
“Untuk PBB, nasabah bisa langsung melakukan pembayaran melalui BRImo. Ini bisa menjadi salah satu bentuk konkret kerja sama antara Pemkot Makassar dan BRI,” ujarnya.
Menurut Dodi, masyarakat Makassar dinilai cukup adaptif terhadap sistem pembayaran digital. Penggunaan QRIS yang semakin luas menjadi indikator transformasi digital yang berjalan baik.
“Masyarakat Makassar sudah paham digitalisasi. Penggunaan QRIS misalnya, itu bagian dari transformasi digital. Kami siap melakukan sosialisasi secara intens agar kolaborasi ini berjalan optimal,” katanya.
BRI juga menyiapkan sejumlah skema integrasi sistem pembayaran pajak dan retribusi secara elektronik guna mendukung peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). (ant/KS)




