MAKASSAR – Bupati Luwu, Patahudding, mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum introspeksi sekaligus titik evaluasi arah pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa Ramadan bukan hanya ruang memperkuat spiritualitas, tetapi juga waktu yang tepat memperbarui komitmen membangun Luwu berbasis kesejahteraan rakyat.
Dalam keterangannya di Makassar, Kamis (19/2/2026), Patahudding menyampaikan bahwa bertambahnya usia kehidupan seharusnya menjadi pengingat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak.
“Saya mengajak kita semua menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat silaturrahim, dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan UMKM diposisikan sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ketahanan pangan menjadi prioritas guna menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah terus dipacu melalui peningkatan jalan, sarana transportasi, jaringan irigasi, serta fasilitas publik. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan hingga pelosok.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus. Pemerintah daerah memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan serta mendorong pengembangan kompetensi generasi muda agar memiliki daya saing dan karakter yang kuat.
Dalam aspek sosial, upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, dan pembukaan lapangan kerja. Pemerintah juga mempercepat transformasi digital pelayanan publik guna meningkatkan transparansi dan efektivitas birokrasi.
Tak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, Pemkab Luwu juga menaruh perhatian pada pembinaan kehidupan religius. Program pengentasan buta aksara Al-Qur’an, pembinaan majelis taklim, peningkatan kompetensi mubaligh, hingga pembinaan imam masjid terus diperkuat.
Patahudding mengungkapkan, angka buta aksara Al-Qur’an di Luwu masih tergolong tinggi. Ia berharap Persatuan Mubaligh Islam Luwu dapat berperan aktif menurunkan angka tersebut melalui musyawarah daerah yang digelar.
Selain itu, ia juga menyoroti tingginya kriminalitas yang sebagian dipicu praktik judi daring serta kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran pemberlakuan jam malam bagi anak sekolah sebagai langkah pencegahan.
Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif.
Dengan menjadikan Ramadan sebagai ruang refleksi dan penguatan komitmen, Bupati Luwu berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga nilai keagamaan sekaligus mendorong pembangunan daerah yang lebih adil dan berkelanjutan. (ant/KS)




