Bedah Buku “Hukum Kedokteran dan Bioetika dalam Praktek Medis”, Sofyan Hasdam Tekankan Edukasi Hukum bagi Masyarakat

SAMARINDA – Buku berjudul Hukum Kedokteran dan Bioetika dalam Praktek Medis karya Andi Sofyan Hasdam resmi diluncurkan dalam sebuah forum diskusi yang dilaksanakan di Mulya Building. pada Minggu,(15/2/2026)

Penulis buku, Dr. dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.N, merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) sekaligus Ketua Komite I DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Balikpapan (Uniba), Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Ketua IDI Samarinda, serta sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi.

Dalam paparannya, Sofyan Hasdam menjelaskan bahwa buku tersebut berangkat dari kegelisahan atas dinamika dunia medis yang berkembang sangat cepat, khususnya ketika kemajuan teknologi sering kali melampaui kesiapan etika dan regulasi hukum.

“Buku ini sebenarnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih mengenal dunia medis, sehingga masyarakat memahami aturan-aturan yang berlaku dalam praktik kedokteran,” ujarnya.

Menurutnya, dokter dan tenaga kesehatan saat ini menghadapi dilema etik yang semakin kompleks. Karena itu, pemahaman terhadap aspek hukum, moral, agama, dan sains menjadi penting dalam setiap pengambilan keputusan medis.
Ia juga menegaskan bahwa dalam praktik kedokteran, pasien memiliki hak untuk mencari pendapat kedua (second opinion), terutama ketika menerima diagnosis penyakit serius.
“Dalam dunia medis, kalau ada diagnosis penyakit parah, pasien seharusnya mencari second opinion ke dokter lain. Ini dibolehkan,” tegasnya.

Sejumlah tokoh memberikan testimoni atas terbitnya buku tersebut. Ketua Muhammadiyah Kalimantan Timur, KH. Siswasto, menyampaikan apresiasi atas produktivitas Sofyan Hasdam di usia 70 tahun.
“Di usia ke-70 masih sempat menulis buku. Pak Sofyan banyak memberikan inspirasi bagi kami di Muhammadiyah dan persyarikatan,” katanya.

READ  Jokowi Sambut Pemimpin Negara Pulau di KTT AIS Forum 2023 di Bali

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMKT, Abdan, menilai buku tersebut memberikan perspektif yang lebih luas bagi calon dokter.

“Tidak semua hal yang dipelajari di bangku kuliah bisa langsung diterapkan. Buku ini memberi kami edukasi tentang hukum kedokteran dalam perspektif masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Amri, yang berlatar belakang hukum, mengaku buku tersebut mudah dipahami lintas disiplin.
“Saya orang hukum dan tidak mengerti medis, tetapi ketika membaca buku ini saya bisa memahaminya. Orang-orang hukum juga perlu mendapatkan pencerahan. Menulis adalah pekerjaan keabadian,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Siti Halimah dari Kohati Kaltim menyebut buku tersebut mampu menjembatani perspektif hukum dan medis, sekaligus memberikan inspirasi bagi pembacanya.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, dr. Andi Adi, yang juga putra Sofyan Hasdam, menyoroti pentingnya penguatan regulasi dan etika dalam dunia kedokteran. Ia berharap berbagai persoalan hukum yang muncul dalam praktik medis dapat disikapi secara proporsional, terutama terkait penerapan regulasi terbaru di bidang kesehatan.

Menutup kegiatan, Sofyan Hasdam mengingatkan pentingnya pengendalian emosi dan pola hidup sehat dalam menghadapi penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi. Ia menekankan bahwa aspek psikologis turut berperan dalam proses penyembuhan.

Kegiatan bedah buku tersebut menjadi ruang diskusi antara akademisi, praktisi medis, mahasiswa, dan pemangku kebijakan dalam memperkuat sinergi antara hukum dan praktik kedokteran di negara kita, khususnya Kalimantan Timur.(Rls/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER