Pangan Murah Digelar Dua Hari, Pemkab Gowa Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai langkah antisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Februari 2026 itu dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa dan menjadi agenda rutin pemerintah daerah setiap menjelang hari besar keagamaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, mengatakan pasar murah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Kegiatan ini sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya, Kamis.

Ia berharap melalui gerakan tersebut, kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga menjelang bulan suci. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Pasar pangan atau pasar murah yang diadakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa untuk menyambut bulan suci Ramadan dan membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, menyebutkan sekitar 40 pelaku usaha berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia memastikan harga yang ditawarkan berada di bawah atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

“Untuk pasar pangan hari ini, pelaku usaha yang berpartisipasi kurang lebih 40. Harga yang ditawarkan cukup miring dan tidak ada yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Berbagai komoditas pokok tersedia di lokasi, mulai dari beras, minyak goreng, sayuran, hingga kebutuhan dapur lainnya. Selain bahan pokok, pengunjung juga dapat membeli aneka makanan dan minuman yang turut meramaikan pasar murah tersebut.

READ  Polisi Selidiki Kelalaian Kebocoran Gas Hotel Swiss Bel Makassar

Kegiatan ini disambut antusias masyarakat. Rahmawati, salah satu pengunjung, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena harga yang ditawarkan relatif lebih rendah dibandingkan toko maupun sebagian pasar tradisional.

“Kalau di pasar tradisional memang ada yang agak murah, tapi kalau tidak sempat ke sana, pasar murah ini juga termasuk murah. Dibandingkan di toko, ada barang di sini yang harganya lebih murah,” tuturnya. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER