Appi Usul Gerai Mandar di Makassar, Dorong Produk Khas dan Pelestarian Budaya

MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengusulkan kehadiran gerai khusus produk khas Mandar di Kota Makassar sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal sekaligus melestarikan budaya Mandar di tengah masyarakat perkotaan yang multietnis.

Usulan tersebut disampaikan Munafri, yang akrab disapa Appi, saat menghadiri Rapat Kerja Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (BPW-KWMSB) Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung Makassar Government Center (MGC), Minggu (9/2/2026).

“Kita ini di Makassar banyak orang Mandar, tapi kenapa tidak punya gerai Mandar? Ini menurut saya bisa diinisiasi oleh ibu-ibu Kerukunan Wanita Mandar,” ujar Appi di hadapan peserta rapat kerja.

Kegiatan yang turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa tersebut mengusung tema “Menguatkan Jati Diri sebagai Pilar Keluarga, Kreativitas, dan Inovasi Pelestarian Budaya”. Dalam kesempatan itu, Appi menilai Kerukunan Wanita Mandar memiliki posisi strategis untuk mendorong lahirnya ruang promosi produk-produk khas Mandar di Makassar.

Munafri melihat potensi besar dari berbagai komoditas unggulan asal Sulawesi Barat, seperti minyak Mandar, ikan kering, paja, pisang, hingga gula merah yang selama ini cukup diminati masyarakat Makassar. Namun, ia menilai akses terhadap produk-produk tersebut masih terbatas dan belum terkelola secara optimal.

“Di era sekarang, produk itu harus mendekati pemakainya. Kalau ada gerai tetap di tempat strategis, masyarakat Makassar dan warga Mandar perantauan tidak perlu lagi kesulitan mencari produk autentik,” jelasnya.

Selain mendorong penguatan ekonomi berbasis produk lokal, Munafri juga menekankan pentingnya efektivitas program kerja organisasi. Ia mengingatkan agar pengurus tidak sekadar menyusun banyak program, tetapi fokus pada kegiatan yang benar-benar bisa dilaksanakan dan memberi dampak nyata.

“Tidak perlu banyak, yang penting bisa dieksekusi. Lebih baik sedikit tapi jalan, daripada banyak tapi tidak ada yang selesai,” tegasnya.

READ  Kebakaran Hutan Pinus di Jeneponto, Polisi dan Masyarakat Padamkan Api

Munafri menegaskan bahwa Makassar merupakan kota multietnis yang tumbuh dari kontribusi berbagai suku, termasuk Mandar. Keberagaman tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan yang harus terus dirawat melalui ruang-ruang kebudayaan dan ekonomi kreatif.

Ia juga berharap BPW-KWMSB Sulsel dapat menjadi wadah bagi para pengurus dan anggotanya untuk mengembangkan potensi diri, menghasilkan karya nyata, serta ikut mengambil peran dalam pembangunan sosial dan ekonomi Kota Makassar.

“Budaya Mandar ini sangat kaya. Kalau dikelola dengan baik, bukan hanya dikenal di Makassar atau Sulawesi, tapi bisa dipromosikan sampai ke tingkat global,” pungkas Munafri. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER