MAKASSAR — Penyidik kepolisian masih mendalami insiden ledakan Kapal Motor (KM) Risnawati Indah yang terjadi di area tanggul Pelabuhan Paotere, Makassar, Selasa dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah anak buah kapal (ABK) mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis.
Kapolsek Kawasan Paotere, Iptu Ibnu Chaerul, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa empat orang saksi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
“Empat orang saksi sudah kami ambil keterangannya. Satu orang merupakan ABK dari kapal yang meledak, sementara tiga lainnya adalah ABK kapal yang berada tepat di samping KM Risnawati Indah saat kejadian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa.
Berdasarkan keterangan awal para saksi, ledakan terjadi sangat cepat, sekitar pukul 04.30 WITA. Dugaan sementara, ledakan dipicu percikan api dari mesin kapal saat hendak dinyalakan.
“Menurut keterangan sementara, mesin genset atau mesin engkol dinyalakan, lalu tiba-tiba terjadi ledakan. Namun ini masih dugaan awal,” jelas Ibnu.
Ia menegaskan, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut. Saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung dengan melibatkan Tim Identifikasi Polrestabes Makassar serta Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel.
“Kami masih mengumpulkan keterangan tambahan dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Kami mohon semua pihak bersabar,” katanya.
Terkait korban, Ibnu menyebutkan ledakan berdampak pada sepuluh orang. Sembilan di antaranya merupakan ABK kapal, sementara satu orang lainnya adalah warga yang saat itu berada di sekitar kapal sebagai pembeli ikan.
“Sebanyak sembilan ABK masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut. Satu orang lainnya saat ini kami mintai keterangan di Mapolsek,” ungkapnya.
Adapun data korban luka antara lain Daeng Ewa selaku juragan kapal mengalami luka, Daeng Lantik mengalami patah kaki kiri, Aldi dan Daeng Ngitung mengalami luka di bagian wajah, Rahmat mengalami luka di kaki kiri, Daeng Rani luka di wajah dan pergelangan tangan kanan, Putra mengalami luka bakar di punggung, serta Daeng Tangga mengalami luka di lengan kiri dan kaki kanan. Sementara Sija alias Baygong dan Sampara Jarung Daeng Tujuh dilaporkan tidak mengalami luka.
Polisi memastikan penanganan korban menjadi prioritas, sembari menuntaskan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan dan mencegah kejadian serupa terulang. (ant/KS)




