Peneliti Unhas Terlibat Riset Laut Dalam di Gunung Laut Sulawesi Utara

MAKASSAR – Peneliti dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (FIKP Unhas), Dr Jamaluddin Fitrah Alam, bersama tim terlibat dalam riset laut dalam di kompleks gunung laut di utara Sulawesi. Penelitian ini menjadi bagian dari kolaborasi internasional yang memanfaatkan kapal riset R/V OceanXplorer untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati dan dinamika ekosistem gunung laut.

Riset tersebut merupakan kerja sama antara OceanX dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan fokus pada ekosistem gunung api bawah laut di Laut Sulawesi yang selama ini masih sangat minim dijelajahi. Jamaluddin menjelaskan, wilayah kajian berada di luar laut teritorial, namun masih termasuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

“Data pionir yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat dasar ilmiah dalam perumusan rancangan Kawasan Konservasi Laut Nasional,” ujar Jamaluddin dalam keterangannya di Makassar, Kamis.

Pada etape kedua penelitian, sebanyak 16 peneliti dari berbagai institusi terlibat, selain Universitas Hasanuddin, antara lain Institut Teknologi Bandung, Hokkaido University, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indo Ocean Foundation, University of Rhode Island, dan Universitas Padjadjaran. Kolaborasi lintas institusi ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas data, memperdalam analisis, serta mendorong pertukaran keahlian dalam studi laut dalam.

Dari sejumlah topik kajian yang dilakukan, tim Unhas menyoroti keterkaitan antara keberadaan gunung laut dengan proses oseanografi serta produktivitas ekosistem. Tim peneliti melakukan pengambilan sampel air dan sedimen pada berbagai zona kedalaman.

“Pengambilan sampel sedimen mengikuti struktur gunung laut yang berada pada kedalaman sekitar 4.000 meter dari permukaan, mulai dari puncak, lereng atas, lereng bawah, hingga bagian dasar,” jelas Jamaluddin.

Ia menerangkan bahwa laut dalam umumnya memiliki massa air yang berlapis dan relatif stabil. Namun, interaksi arus laut dengan morfologi gunung laut dapat mengganggu stratifikasi tersebut, sehingga meningkatkan pencampuran dan pertukaran vertikal.

READ  Pj Gubernur Sulsel Rencanakan Kenaikan TPP ASN

“Proses ini penting karena nutrien yang selama ini ‘terkunci’ di lapisan lebih dalam berpotensi terdorong ke lapisan yang lebih dangkal melalui mekanisme upwelling,” ujarnya.

Dalam kondisi tertentu, lanjut Jamaluddin, mekanisme tersebut dapat memicu peningkatan produktivitas primer dan memperkuat ketersediaan pakan alami dalam rantai makanan laut. Untuk menjelaskan alur proses tersebut secara lebih terukur, tim peneliti mengembangkan pendekatan pemodelan ekosistem.

Model ini dirancang untuk mengaitkan dinamika fisik laut, pertukaran massa air, ketersediaan nutrien, hingga dampaknya terhadap produktivitas dan jejaring makanan. Penelitian di kawasan gunung laut Sulawesi Utara ini dinilai penting dalam memperluas basis pengetahuan mengenai ekosistem laut dalam Indonesia.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap laut dalam, baik untuk kepentingan konservasi maupun pemanfaatan, riset berbasis data lapangan dan analisis terpadu dinilai menjadi fondasi penting agar kebijakan serta perencanaan ruang laut dapat disusun berdasarkan bukti ilmiah yang kuat.

Kegiatan riset di atas kapal R/V OceanXplorer ini merupakan bagian dari Misi Kolaborasi Riset Laut Dalam 2025 bertajuk Beneath the Ring: The Sulawesi Seamounts. Penelitian dirancang dalam dua tahap, dengan tahap pertama telah dilaksanakan pada Desember 2025 dan tahap kedua berlangsung pada 4–25 Januari 2026. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER