MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyambut positif kebijakan strategis pemerintah pusat yang menaikkan insentif guru honorer sekaligus membuka kuota beasiswa besar bagi peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi langkah pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian khusus terhadap kesejahteraan guru. Menurutnya, kenaikan insentif dan penyediaan beasiswa pendidikan merupakan wujud komitmen pemerintah memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Berdasarkan arahan Kementerian Pendidikan, mulai 2026 insentif honor guru honorer non-ASN akan meningkat dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan. Selain itu, pemerintah menyiapkan 15.200 kuota beasiswa bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menjelaskan bahwa selain honor Rp300 ribu yang langsung ditransfer ke rekening guru, terdapat dukungan beasiswa sebesar Rp2 juta bagi tenaga pendidik yang masih berkualifikasi D-4 agar dapat memenuhi standar pendidikan minimal sarjana (S-1).
Ia menambahkan, terdapat pula program tambahan penghasilan (tamsil) sebesar Rp100 ribu bagi guru yang belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Kebijakan ini diberikan untuk memastikan seluruh guru mendapatkan penghasilan tambahan meskipun belum tersertifikasi.
“Kenaikan ini bukan dari gaji utama, tetapi dari tambahan penghasilan bagi guru yang tidak menerima TPG,” ujarnya.
Iqbal memastikan penyaluran bantuan di Sulawesi Selatan telah mulai berjalan. Sejumlah guru honorer yang memenuhi syarat telah menerima insentif sesuai kebijakan pemerintah pusat. (ant/KS)




