MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi meluncurkan mobil listrik karya mahasiswa dan dosen bernama Engi-Move Unhas di Halaman JK Arenatorium, Minggu (2/11/2025). Inovasi ini menjadi langkah konkret kampus dalam mewujudkan target sebagai Carbon Neutral Campus atau kampus bebas emisi.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, mengatakan peluncuran mobil listrik ini merupakan bagian dari komitmen universitas mendukung program pemerintah menghadirkan kendaraan ramah lingkungan. “Unhas telah mendeklarasikan diri sebagai Carbon Neutral Campus. Artinya, jumlah karbon yang diemisikan kampus harus ditekan seminimal mungkin, sementara kemampuan menyimpan karbon harus ditingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, mencapai kampus bebas emisi bukan hal mudah. Beberapa universitas di dunia bahkan baru menargetkan netral karbon pada tahun 2040 hingga 2060. “Kalau kita menunggu sampai 2060, terlalu lama. Karena itu, Unhas memilih bergerak sekarang,” tegas Prof. JJ, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan bahwa elektrifikasi menjadi langkah krusial dalam mendukung transisi energi hijau. “Kampus adalah gudangnya inovasi dan sumber manusia unggul. Menciptakan kendaraan ramah lingkungan secara mandiri adalah bentuk harga diri bangsa,” katanya.
Sementara Ketua Tim Proyek Engi-Move Unhas, Prof. Syamsul Bahri, menuturkan pihaknya telah memproduksi lima unit mobil listrik yang akan digunakan untuk operasional fakultas hingga kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38 pada 23 November 2025 mendatang.
“Proses pembuatannya sekitar dua hingga tiga bulan. Beberapa suku cadang, termasuk baterai, memang masih impor dari China,” jelasnya.
Mobil listrik Engi-Move Unhas menggunakan motor kontrol PMSM dengan baterai Lifpo4 berkapasitas 72V 150Ah. Daya pengisian (charger) sebesar 1.400 watt dan waktu pengecasan penuh mencapai delapan jam.
Inovasi ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam pengembangan kendaraan listrik hasil riset kampus di Indonesia serta mendorong percepatan transisi menuju lingkungan akademik yang berkelanjutan. (ant/KS)




