Kampus Kopi Sinjai Buka Kelas Eduwisata, Dorong Wisata Kopi dan Pemberdayaan Petani

MAKASSAR – Kampus Kopi Sinjai berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Arabika membuka kelas kopi bagi wisatawan di kawasan agro-eduwisata Madaya, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Inisiatif ini menjadi terobosan baru dalam pengembangan edukasi sekaligus wisata kopi di daerah.

“Kampus Kopi Sinjai menghadirkan inovasi dalam pengembangan edukasi dan wisata kopi,” kata Local Leader Kawasan Madaya, Ramly Usman, yang juga pendamping petani kopi Dompet Dhuafa Sulsel, Senin (20/10/2025).

Pada kegiatan perdana ini, peserta mendapatkan materi pengenalan kopi dan pelatihan dasar barista (basic barista). Kelas tersebut menghadirkan barista profesional asal Bulukumba, Andi Erick Satriadi, yang juga pendiri Manalagi Coffee, sebagai pemateri utama.

Melalui kelas ini, para peserta diajarkan dasar meracik kopi, memahami cita rasa, hingga mengenal filosofi di balik secangkir kopi berkualitas. Selain itu, Kampus Kopi Sinjai juga membuka kelas pascapanen yang dipandu oleh Qualified Professor Kopi Sinjai, Ismail Alfaridzi, yang berpengalaman dalam praktik fermentasi dan pengolahan biji kopi pascapanen.

“Tujuan kami adalah memperkaya wawasan peserta tentang rantai nilai kopi dari hulu ke hilir,” ujar Ismail di sela kegiatan yang diikuti 20 peserta.

Peserta yang hadir dalam kelas perdana ini menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Maros, Barru, Enrekang, Tana Toraja, hingga Makassar.

Ramly menjelaskan, kopi merupakan bagian dari identitas daerah yang potensial untuk dikembangkan menjadi wisata edukatif. Program ini dinilainya sebagai langkah strategis memperkuat potensi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Arabika, Kabupaten Sinjai.

Kampus Kopi Sinjai merupakan bagian dari program nasional yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Negeri Makassar (UNM).

READ  Kemiskinan Sulsel Turun ke Level Terendah dalam Enam Tahun, Tantangan Ketimpangan Masih Ada

Program ini terlaksana melalui sinergi antara Madaya Sinjai, Dompet Dhuafa, Pemerintah Kabupaten Sinjai, Pemerintah Desa Arabika, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER