MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmen dalam menjaga kestabilan harga dan ketahanan pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program yang digagas Dinas Ketahanan Pangan Sulsel itu menjadi strategi nyata pemerintah dalam menekan laju inflasi dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-356 Provinsi Sulawesi Selatan, kegiatan ini digelar serentak di 30 titik pada 24 kabupaten/kota, dengan pusat kegiatan di Kantor TVRI Sulsel, Makassar, Senin (13/10/2025).
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah pertama kali diinisiasi pada 2022 sebagai respons terhadap kenaikan harga pangan pascapandemi. Menurutnya, kestabilan harga pangan merupakan kunci dalam menjaga inflasi yang sehat dan terkendali.
“Inflasi itu seperti tekanan darah. Tidak boleh terlalu tinggi karena bisa menyebabkan stroke, dan tidak boleh terlalu rendah karena bisa kekurangan darah,” ujarnya dalam sambutan.
Gubernur menegaskan, pelaksanaan GPM yang kini menjadi rujukan nasional mencerminkan semangat “Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter.” Program ini, kata dia, merupakan wujud nyata kerja kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Pada kesempatan itu, Andi Sudirman juga menyampaikan capaian positif Pemprov Sulsel di berbagai sektor. Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II tahun 2025 tercatat sebesar 4,94 persen (year on year), menunjukkan pemulihan yang kuat pascapandemi.
Selain itu, tingkat kemiskinan di Sulsel terus menurun. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebanyak 698,13 ribu orang, turun 13,64 ribu orang dibandingkan September 2024.
“Capaian ini adalah hasil kerja keras bersama. Pemerintah hadir melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat, termasuk Gerakan Pangan Murah ini yang menjaga daya beli warga,” tuturnya.
Inflasi tahunan Sulsel per September 2025 tercatat sebesar 3,03 persen, masih dalam kisaran sasaran nasional 2,5 persen ±1. GPM yang digelar serentak ini menjadi langkah konkret dalam mengendalikan harga bahan pangan seperti beras, telur, cabai, dan minyak goreng melalui kerja sama dengan Bank Indonesia, Bulog, serta pemerintah kabupaten/kota.
Di akhir sambutan, Gubernur Andi Sudirman mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi membangun daerah berlandaskan nilai budaya khas Sulawesi Selatan: Sipakatau, Sipakainga, dan Sipakalebbi.
Kegiatan GPM kali ini turut diikuti Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Badan Pangan Nasional RI serta Bupati dan Wali Kota se-Sulsel secara daring melalui Zoom (ant/KS)




