MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggandeng Universitas Bosowa (Unibos) meluncurkan program Makassar Eco Circular Hub, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029.
Program ini menjadi langkah nyata dalam mentransformasi sistem pengelolaan sampah kota dari pola linear menuju model sirkular yang berkelanjutan, di mana sampah tak lagi berakhir di TPA, melainkan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang dan ekonomi sirkular.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat di tingkat akar rumput.
“Ini tantangan besar kita bersama. Tidak boleh ada yang berpangku tangan. Semua harus ikut berpartisipasi, dari pemerintah sampai masyarakat RT/RW,” tegas Munafri saat peluncuran Eco Circular Hub di Kampus Unibos Makassar, Selasa (7/10).
Dalam kesempatan itu, Munafri juga memberikan pembekalan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unibos, agar berperan aktif sebagai agen perubahan di masyarakat.
“Tunjukkan bahwa kaum intelektual mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan kota. Bawalah ilmu yang kalian miliki dan terapkan langsung di lapangan,” pesan Munafri.
Ia menambahkan, peran mahasiswa tidak hanya penting dalam edukasi pengelolaan sampah, tetapi juga dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk berperilaku ramah lingkungan.
Selain itu, Pemkot Makassar juga menggagas gerakan “Satu Mahasiswa Satu Pohon” sebagai dukungan terhadap program penghijauan dan peningkatan kualitas udara di perkotaan.
Sementara itu, Rektor Unibos Prof. Batara Surya menyatakan kesiapan kampusnya untuk menjadi mitra aktif Pemkot dalam mengimplementasikan konsep kota berkelanjutan. Ia menegaskan, mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai wilayah untuk menjalankan misi edukasi lingkungan.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan keilmuan. Mahasiswa harus mampu menjadi duta perubahan dan membawa semangat hijau di tengah masyarakat,” ujarnya.
Program Makassar Eco Circular Hub menjadi salah satu inovasi strategis Pemkot Makassar dalam mengurangi volume sampah rumah tangga, memperluas partisipasi masyarakat dalam ekonomi daur ulang, serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kebijakan publik. (ant/ST)




