MAKASSAR – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mencatat penerimaan bea dan cukai sepanjang Januari–Agustus 2025 mencapai Rp233,38 miliar atau setara 66,40 persen dari target tahunan sebesar Rp351,5 miliar lebih.
Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel, Djaka Kusmartata, menyatakan optimistis target penerimaan dapat tercapai hingga akhir tahun, sebagaimana realisasi pada tahun-tahun sebelumnya. “Kalau secara persentase sudah 66,40 persen lebih, dan kami optimistis target penerimaan yang dibebankan kepada Sulbagsel bisa terpenuhi,” ujarnya di Makassar, Rabu (30/9).
Ia merinci, penerimaan bea masuk mencapai Rp136,78 miliar. Namun angka ini turun 32,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, terutama karena tidak adanya impor beras yang sebelumnya menjadi penyumbang utama. Meski begitu, terdapat tambahan penerimaan sebesar Rp53,8 miliar dari aktivitas impor mesin secara insidentil di Kota Parepare.
Sementara bea keluar atau ekspor tercatat Rp43,98 miliar, atau 117,46 persen dari target tahunan. Meski melampaui target, realisasinya turun 13,66 persen dibanding tahun lalu akibat absennya sejumlah aktivitas ekspor pada Agustus.
Adapun penerimaan cukai mencapai Rp52,62 miliar, atau baru sekitar 57,54 persen dari target tahunan. Angka ini juga mengalami kontraksi 8,94 persen secara tahunan.
Djaka menegaskan Bea Cukai Sulbagsel akan terus menjaga arus keluar masuk barang sekaligus memastikan penerimaan negara tetap sesuai target. Pihaknya juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha, guna meningkatkan kepatuhan dan memperlancar ekspor-impor.
“Dengan sinergi yang kuat, kami berharap penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai bisa tetap terjaga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Bagian Selatan,” katanya. (ant/KS)




