MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Sidrap menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pelataran Monumen Ganggawa, Pangkajene, pada 29–30 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari GPM serentak yang digelar di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebagai langkah menjaga stabilisasi harga pangan, memastikan ketersediaan pasokan, sekaligus mengendalikan inflasi.
Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa GPM adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat. Ia mengajak warga memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Dalam peninjauannya, ia didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sidrap, Muhammad Fajri Salman, Kabag Perekonomian Sidrap, Rimba Najamuddin, serta pejabat teknis dari bidang ketahanan pangan dan kesehatan hewan. Perwakilan Bulog dan para pedagang juga turut berpartisipasi.
Berbagai kebutuhan pokok tersedia dengan harga di bawah pasaran. Misalnya, beras SPHP dijual Rp57.000 per sak isi 5 kilogram atau Rp11.400 per kilogram. Minyak goreng juga lebih murah, baik Minyak Kita Premium seharga Rp18.500 per liter maupun minyak bantal Rp15.000 per liter. Gula pasir ditawarkan mulai Rp15.000 hingga Rp17.500 per kilogram, sementara tepung terigu Kompas hanya Rp10.500 per kilogram.
Produk lain yang banyak dicari, seperti bawang merah dan bawang putih, masing-masing dibanderol Rp32.000 per kilogram. Daging ayam dijual Rp100.000 untuk tiga ekor, sedangkan telur ayam berkisar Rp48.000–Rp53.000 per rak. Cabai rawit hanya Rp5.000 per bungkus, dan cabai besar Rp10.000 per bungkus. Tidak hanya itu, tersedia pula produk segar dan olahan berupa tomat, bawang goreng, jeruk nipis, bibit pepaya, hingga aneka sayuran.
Melalui program ini, Pemkab Sidrap berharap kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang wajar sekaligus menjaga daya beli serta kestabilan ekonomi daerah. (ant/KS)




