MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mempercepat pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat ketahanan digital dan melindungi layanan publik dari gangguan siber.
Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulsel, Andi Bakti Haruni, mengatakan progres pembentukan TTIS saat ini sudah mencapai lebih dari 90 persen. Dari 24 daerah, tiga di antaranya – Pemprov Sulsel, Pemkab Gowa, dan Pemkot Makassar – sudah aktif menjalankan TTIS, sementara 22 daerah lainnya dalam tahap finalisasi.
“Pemprov Sulsel juga berkoordinasi erat dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat ketahanan siber serta meminimalisir gangguan data dan layanan publik,” ujar Andi Bakti di Makassar, Jumat (26/9/2025).
Ia menegaskan, percepatan ini sejalan dengan komitmen Pemprov Sulsel dalam transformasi digital pemerintahan. Hal itu tercermin dari capaian indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terus menunjukkan tren positif. Pada 2021, indeks SPBE Sulsel tercatat 2,05 (predikat cukup), naik menjadi 2,35 pada 2022 (cukup), lalu meningkat signifikan menjadi 3,09 pada 2023 (baik), dan mencapai 3,94 pada 2024 (sangat baik).
“Alhamdulillah, Indeks Kematangan SPBE Pemprov Sulsel dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren positif,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Kominfo-SP Sulsel, Sultan Rakib, menambahkan Pemprov Sulsel siap menyesuaikan diri dengan mekanisme evaluasi yang ditetapkan pemerintah pusat. “Apapun model penilaian SPBE, Pemprov Sulawesi Selatan siap mengikuti dan optimistis nilai indeks akan terus meningkat seiring komitmen serta kolaborasi seluruh perangkat daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah KemenPANRB, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya percepatan digitalisasi layanan publik untuk mendukung target Indonesia sebagai ekonomi terbesar keempat dunia pada 2045. “Kita dorong di 2045 menjadi nomor empat di dunia. Ini keren kalau Bapak dan Ibu menggerakkan layanan masyarakat, menggerakkan investasi dilakukan. Ini bisa terjadi,” ucapnya. (ant/KS)




