MAKASSAR, KORANSULSEL – Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyalurkan alokasi belanja untuk sektor pendidikan di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan realisasi mencapai Rp2,5 triliun. Anggaran tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan di berbagai jenjang.
Kepala Perwakilan Kemenkeu Sulsel, Wibawa Pram Sihombing, menjelaskan dana ini bersumber dari pajak rakyat yang kemudian dikelola negara dan dikembalikan kepada masyarakat melalui program-program kementerian. “Alokasi ini disalurkan melalui beberapa satuan kerja di kementerian, dengan tujuan memperkuat mutu pendidikan,” ujarnya di Makassar, Kamis (28/8).
Ia merinci, sebagian besar anggaran digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan profesi guru (TPG) serta dosen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus mendorong motivasi mereka dalam menjalankan tugas. Selain itu, dana juga diarahkan untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan tinggi, sehingga tercipta lingkungan belajar yang representatif dan berkualitas.
Alokasi belanja pendidikan tersebut juga menyasar sekolah-sekolah di daerah, termasuk melalui program rehabilitasi gedung sekolah yang rusak atau tidak layak pakai. “Tujuannya agar anak-anak bisa belajar di tempat yang aman, nyaman, dan kondusif,” jelas Wibawa, yang juga menjabat Kepala Kanwil DJKN Sulsel.
Tak hanya itu, pemerintah turut menyalurkan bantuan operasional sekolah (BOS) khususnya bagi madrasah, serta program beasiswa Indonesia Pintar untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Beasiswa ini sangat penting untuk menekan angka putus sekolah sekaligus membuka kesempatan yang lebih merata bagi seluruh anak bangsa,” tambahnya.
Menurut Wibawa, belanja pendidikan yang cukup besar ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi unggul. “Pemerintah berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas,” tegasnya. (ant/KS)




