MAKASSAR – Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi memuji peluncuran pesawat amfibi (seaplane) di Makassar sebagai terobosan besar untuk mempercepat akses antarwilayah di pesisir dan pulau-pulau Sulawesi Selatan. Selain memperkuat konektivitas, seaplane juga diharapkan menjadi solusi cepat untuk evakuasi medis darurat di wilayah terpencil.
“Kehadiran seaplane membuka akses antarwilayah dan memudahkan evakuasi pasien dalam kondisi darurat. Ini inovasi luar biasa yang akan membantu masyarakat, khususnya di daerah kepulauan,” ujar Dudy, Senin (11/8).
Pada tahap awal, uji coba menggunakan pesawat Cessna 172 special edition yang dapat mendarat di perairan maupun di landasan darat. Fleksibilitas ini memungkinkan layanan penumpang ke berbagai titik, baik untuk kebutuhan transportasi umum, wisata, maupun penanganan keadaan darurat.
Ke depan, seaplane akan difungsikan untuk berbagai misi strategis, mulai dari medical evacuation, mendukung sektor pariwisata, hingga respon cepat terhadap situasi genting di pesisir. “Sulsel menjadi provinsi pertama yang menginisiasi program seaplane. Namun, keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama,” tegas Menhub.
Dengan peluncuran ini, Sulsel resmi mencatat sejarah sebagai provinsi pionir pengoperasian seaplane untuk layanan lintas wilayah pesisir dan kepulauan di Indonesia. (ant/KS)




