MAKASSAR, KORANSULSEL – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan memulai pemetaan layanan keagamaan guna mencegah dan mengeliminasi potensi kasus intoleransi di daerah. Sulsel menjadi salah satu dari tiga provinsi yang ditunjuk Kemenag RI sebagai lokasi pemetaan melalui lokakarya khusus.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dari Kemenag RI untuk melakukan pemetaan ragam permasalahan layanan keagamaan di lapangan,” kata Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mulyadi Idi, Senin (11/8). Menurutnya, langkah ini sejalan dengan salah satu dari Delapan Program Prioritas (AstaProtas) Menteri Agama Nasaruddin Umar, yaitu menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan yang melibatkan perwakilan penyuluh dari 24 kabupaten/kota ini bertujuan mengidentifikasi dan mencari solusi permasalahan di wilayah masing-masing, termasuk meredam kesalahpahaman publik seperti tudingan intoleransi terhadap salah satu kota di Sulsel yang belakangan mencuat. Para penyuluh juga dibekali pelatihan teknologi digital melalui coaching clinic untuk mengoptimalkan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana menyebarkan kebaikan dan menghalau informasi negatif. (ant/KS)




