Wali Kota Makassar Wajibkan RT/RW Jalankan Urban Farming untuk Atasi Krisis Sampah

MAKASSAR, KORANSULSEL – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mewajibkan seluruh RT/RW di kota ini mengembangkan program urban farming sebagai bagian dari pengelolaan sampah terpadu dan upaya menuju zero waste.

“Setiap RT harus punya urban farming, biopori, komposter, eco-enzyme, dan pengolahan maggot. Sampah jangan jadi musuh, tapi sumber penghasilan,” tegas Munafri di Makassar, Jumat (8/8).

Kebijakan ini diambil menyusul kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makassar yang nyaris penuh. TPA seluas 19,1 hektare kini menampung gunungan sampah setinggi 16–17 meter.

“Kalau tidak ada perubahan dari rumah tangga, satu-dua tahun ke depan TPA kita bisa kolaps,” ujarnya.

Munafri memaparkan, Makassar menghasilkan 1.000–1.500 ton sampah per hari, dengan lebih dari separuhnya merupakan sampah organik. Karena itu, ia menekankan pengelolaan harus dimulai dari hulu: rumah tangga, sekolah, hingga kantor pemerintahan.

Program urban farming ini terintegrasi dengan budidaya maggot dan bank sampah, yang diklaim mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus memperkuat ketahanan pangan skala rumah tangga.

“Urban farming, maggot, dan bank sampah bukan program berdiri sendiri. Ini bagian dari sistem pengelolaan sampah yang sudah kita dorong,” katanya.

Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan pakan maggot untuk pertanian lahan sempit. Langkah ini diharapkan menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Munafri juga mengapresiasi langkah progresif Kecamatan Panakkukang yang mulai menggerakkan RT/RW untuk mempraktikkan urban farming.

“Keterlibatan RT/RW akan mempercepat keberhasilan program ini. Sinergi dari bawah adalah kunci,” tutupnya. (ant/KS)

Editor: Agus S

READ  Peringatan Hari Ibu, Pj Sekprov Sulsel: Momentum Bangkitnya Perempuan Indonesia
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER