100 Mahasiswa Baru Unhas dan UNM Ikuti Pelatihan Kepemimpinan PMII di Makassar

MAKASSAR – Sebanyak 100 mahasiswa baru dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti pelatihan kepemimpinan dalam kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang digelar di Aula Balai Diklat Keagamaan Makassar, 6–8 Agustus 2025.

Kegiatan bertajuk Followship Leadership Future (FLF) X ini diselenggarakan oleh Komisariat PMII Unhas, UNM, dan Cabang Makassar, dengan dukungan penuh dari Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII.

Ketua PB IKA PMII, Mulyadi Prayitno, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa politik dan kepemimpinan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Ia menyebut, dalam pandangan Aristoteles, kepemimpinan dan kekuasaan adalah proses rintisan yang tidak selalu bisa diprediksi.

“Setiap orang punya karakter kepemimpinan. Namun dalam realitas politik, hasilnya seringkali tidak terduga. Karenanya, penting bagi calon pemimpin memahami bahwa proses politik dan kepemimpinan berjalan berdampingan,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).

Ia menekankan bahwa kader PMII harus dibekali ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang menjadi landasan berpikir, disertai semangat dzikir, pikir, dan amal saleh sebagai pondasi gerakan.

Sementara itu, Ketua PW IKA PMII Sulsel, Mukhtar Thahir Syarkawi, mengatakan bahwa kepemimpinan adalah bagian dari sunatullah. Tanpa jiwa kepemimpinan, katanya, sulit untuk membawa perubahan.

“Bonus demografi sudah di depan mata, tapi faktanya banyak anak muda masih menganggur. Kader PMII harus hadir menjadi solusi—membela negara dan menjaga nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Mukhtar juga mendorong para kader memiliki empat karakter dasar yakni moralitas, kompetensi, produktivitas, dan literasi. Ia juga menyebut enam komitmen yang harus dipegang: tanggung jawab, amanah, keadilan, persatuan, keikhlasan, serta kebermanfaatan bagi masyarakat.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Makassar, Muhammad Aswad, menambahkan bahwa kader PMII harus mampu menjadi lokomotif perubahan bangsa di tengah tantangan global yang terus bergerak cepat.

READ  Sulsel Pasang Badan Jalankan Agenda Presiden, Andi Sudirman Tegaskan Siap Kawal Program Prioritas

“Dunia bergerak dinamis. PMII harus menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap relevan,” pesannya.

Senada, Direktur Development Center UNM, Muhammad Daud, menyarankan mahasiswa memperkuat riset, keterampilan digital, komunikasi, dan menyelesaikan studi tepat waktu.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Opini Publik Unhas dan mantan Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief, menekankan pentingnya pengalaman berorganisasi dalam membentuk karakter pemimpin.

Sejumlah tokoh turut hadir sebagai narasumber, seperti Ketua MPO PB IKA PMII Andi Jamaro Dulung, Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli, Anggota KPU Sulsel Romy Harminto, Ketua IKA PMII UNM Haeruddin Nurman, dan Tim Beasiswa Keagamaan Afirmasi Kemenag RI Amiruddin Kuba.

Ustadz Masykur Yusuf, Imam Besar Masjid Al Markaz Al Islami, turut hadir sebagai pembicara spiritual dalam kegiatan tersebut. (ant/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

BERITA POPULER