GOWA, KORANSULSEL – Perum Bulog Cabang Makassar mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025 di lima daerah wilayah kerjanya, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Takalar, dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Total beras yang disalurkan mencapai 3.445.400 kilogram atau 3.445,4 ton.
Pemimpin Cabang Bulog Makassar, Karmila Hasmin, menyampaikan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap dan ditarget rampung sebelum 31 Juli 2025. Penyaluran serentak ini dimulai dari Kota Makassar dan kini bergulir ke Gowa, Takalar, Maros, dan Pangkep.
“Bantuan untuk alokasi Juni dan Juli kami serahkan sekaligus di bulan Juli. Masing-masing penerima akan menerima 20 kilogram,” kata Karmila saat penyaluran simbolis di Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Ahad (20/7/2025).
Berikut rincian distribusi beras bantuan pangan:
– Kabupaten Gowa: 47.184 Penerima Bantuan Pangan (PBP), total 943.680 kg
– Kota Makassar: 40.724 PBP, total 814.480 kg
– Kabupaten Takalar: 32.604 PBP, total 652.080 kg
– Kabupaten Pangkep: 30.799 PBP, total 615.980 kg
– Kabupaten Maros: 21.459 PBP, total 429.180 kg
Total keseluruhan PBP sebanyak 172.770 orang, masing-masing menerima 10 kg per bulan selama dua bulan, sehingga total kuantum mencapai 3.455.400 kg.
Karmila memastikan ketersediaan stok beras di lima wilayah kerjanya aman. Saat ini Bulog Makassar menyimpan stok hingga 62.000 ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga empat tahun ke depan.
“Stok kita sangat aman. Masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras, baik untuk bantuan sosial maupun kebutuhan umum,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, yang hadir dalam penyaluran awal di Gowa menyatakan dukungan penuh terhadap distribusi ini. Pada tahap awal, sebanyak 138 penerima di Kelurahan Mawang telah menerima bantuan. Ia menyebut, penyaluran akan dilanjutkan ke seluruh kecamatan.
“Insya Allah pekan ini Bupati Gowa, Ibu Sitti Husniah Talenrang, akan meluncurkan penyaluran resmi untuk seluruh penerima di 18 kecamatan,” ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus meringankan beban hidup warga penerima manfaat di tengah fluktuasi harga pangan nasional. (ant/KS)




