MAKASSAR, KORANSULSEL — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memacu perannya sebagai pusat ekspor regional di Kawasan Timur Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean, Senin (23/6/2025), di Makassar.
Penandatanganan MoU tersebut merupakan wujud komitmen bersama untuk mendorong peningkatan volume ekspor melalui Sulsel, dengan target pertumbuhan sebesar 8 persen pada tahun 2025.
“Targetnya kita mendorong agar pertumbuhan 8 persen volume ekspor itu bisa segera tercapai melalui Sulawesi Selatan,” tegas Sahat Manaor.
Ia optimistis bahwa Makassar memiliki potensi besar menjadi pusat kegiatan ekspor nasional dari Kawasan Timur Indonesia. Berbagai komoditas unggulan seperti produk kelautan, hasil pertanian, dan produk kriya lokal dinilai mampu bersaing di pasar global.
“Kita ingin Sulsel ini jadi hub Indonesia Timur. Semua komoditas akan kita lakukan clearance di sini,” ujarnya.
Namun demikian, Sahat juga mengakui sejumlah tantangan yang perlu dihadapi untuk mencapai target tersebut, terutama perbedaan regulasi ekspor antarnegara tujuan dan kebutuhan pemenuhan volume komoditas secara berkelanjutan.
“Kita harus menambah luas lahan dan meningkatkan produksi agar bisa memenuhi permintaan pasar ekspor. Jadi kita bukan hanya ingin jadi pengirim, tapi pemain utama,” tambahnya.
Berdasarkan data dari Balai Karantina Sulsel, lima komoditas ekspor dominan sepanjang tahun 2025 adalah rumput laut, kelapa bulat, kakao, porang, dan kacang mede. Dari Januari hingga April 2025, tercatat frekuensi ekspor sebanyak 1.636 kali, dengan total volume mencapai 156.345 ton dan nilai ekonomi sebesar Rp2,4 triliun.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa kerja sama ini selaras dengan visi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD dan merupakan bagian dari Asta Cita pembangunan ekonomi Sulsel.
“Kami merancang Sulsel sebagai pusat ekspor regional. Dari data, terlihat potensi besar dari sini, dan kita akan terus kembangkan dengan kerja sama daerah lain seperti Maluku dan NTT,” ujar Andi Sudirman.
Ia menambahkan bahwa Pemprov Sulsel akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan daerah untuk menjadikan Sulsel sebagai simpul distribusi komoditas ekspor dari Indonesia Timur ke pasar global. (ant/KS)




