Jumat, Juni 14, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wapres Ma’ruf Amin dan Pj Sekda Ground Breaking Masjid Hj Andi Nurhadi dan Rumah Sakit AAS International Hospital

MAKASSAR, KORAN SULSEL – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arsjad, mendampingi Wakil Presiden RI, Kyai Ma’ruf Amin, dalam upacara Ground Breaking Masjid Hj Andi Nurhadi dan AAS International Hospital di Jalan Haji Kalla, Panaikang, Makassar, pada Senin, 9 Oktober 2023.

Andi Muhammad Arsjad mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi dan mendukung rencana pembangunan sarana peribadatan dan fasilitas kesehatan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang sangat memadai dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ini tentu merupakan suatu contoh teladan bagi yang lain, di mana Pak Andi Amran betul-betul memiliki kepedulian terhadap daerah. Berangkat dari keprihatinan tentang kondisi kesehatan yang tentunya tidak semua bisa menjangkau fasilitas seperti itu,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Andi Muhammad Arsjad menilai kehadiran kedua bangunan tersebut menandakan bahwa Andi Amran memikirkan kualitas kesehatan dan peribadatan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu sehingga tidak perlu lagi bepergian jauh untuk mendapatkan perawatan medis.

“Mereka (masyarakat) bisa memanfaatkan rumah sakit yang ada, yang tentu saja berstandar internasional, sebagai pilihan baru bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Semoga saja rencana yang telah diwujudkan ini berjalan lancar dan yang terpenting dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat kita, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sulawesi Selatan, terutama di Kota Makassar,” tegasnya.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan masjid yang akan dibangun oleh mantan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Andi Muhammad Arsjad berharap agar masjid tersebut dapat menjadi pusat pengembangan dakwah dan pendidikan Islam.

“Diharapkan nantinya orang-orang dapat beribadah dengan khushu’ dan tentunya masjid ini akan menjadi pusat pembinaan keagamaan yang kuat di masa depan. Masjid ini akan menjadi simbol pengembangan dakwah dan pendidikan Islam serta akan menjadi salah satu penanda peradaban Islam terbesar di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Kyai Ma’ruf dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa masjid dan rumah sakit yang akan dibangun tersebut akan membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Kyai Ma’ruf berharap agar masjid yang akan dibangun di atas lahan seluas 34 hektar ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat berbagai kegiatan dan dapat menjadi salah satu pusat peradaban Islam terbesar di Indonesia.

“Saya melihat masjid sebagai pusat pengembangan berbagai kegiatan. Saya memberikan apresiasi karena masjid yang dibangun ini tidak hanya disediakan untuk ibadah, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, rencana pembangunan masjid dan rumah sakit internasional ini diakui oleh Kyai Ma’ruf sebagai wujud dari cita-cita yang telah lama disampaikan oleh Andi Amran Sulaiman kepadanya.

“Saya merasa bangga dan terharu karena Pak Amran dapat mewujudkan niatnya untuk membangun masjid dan rumah sakit yang sudah lama menjadi cita-citanya. Waktu itu, saya berbicara dengan Pak Amran. Pak Amran, waktu itu masih menjadi Menteri Pertanian, naik haji bersama dengan saya saat saya masih calon Wakil Presiden, belum menjadi Wakil Presiden. Kami berhaji bersama dan Alhamdulillah, cita-citanya dikabulkan oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Sementara itu, Andi Amran menyampaikan alasan di balik pembangunan masjid dan rumah sakit tersebut. Ia menceritakan pengalaman pribadinya saat merantau ke Jakarta 20 tahun yang lalu, di mana dirinya menginap di dua masjid di Jakarta karena tidak memiliki cukup uang untuk menginap di penginapan.

“Ini masjid ada yang melatarbelakangi sehingga kami membangun masjid. Kami merantau ke Jakarta 20 tahun yang lalu dan membawa uang sebesar Rp 500 ribu, yang merupakan pinjaman. Kami mencari hotel, namun uang kami tidak mencukupi. Kemudian, kami mencari kos-kosan, tetapi uang kami masih belum mencukupi,” ujarnya.

“Akhirnya, kami memutuskan untuk menginap di mess di Masjid Istiqlal. Saya pergi bersama teman saya, Pak Lubis. Kemudian, kami pindah ke Masjid Bintaro, di mana kami menginap di dua masjid tersebut,” jelasnya.

Terkait pembangunan rumah sakit, Andi Amran juga menceritakan latar belakangnya yang melatarbelakangi pembangunan AAS International Hospital. “Pembangunan rumah sakit juga dilatarbelakangi oleh pengalaman pribadi kami ketika ibu kami jatuh sakit. Saat itu, di Bakunge (Kabupaten Bone) tidak ada rumah sakit, sehingga kami menggunakan pengobatan tradisional dengan dukun,” ucapnya.

“Kami ingin ke kota, tetapi kami tidak memiliki uang. Gaji saya saat itu hanya Rp 125 ribu, dan saya bekerja di suatu pabrik BUMN, yaitu PTPN 14. Saya hanya berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan rezeki kepada kami, dan yang pertama kali mendapatkan rezeki adalah ibu kami. Setelah itu, dalam dua tahun, kami mendapatkan rezeki, dan saya berjanji bahwa suatu

saat nanti kami akan membangun rumah sakit,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Ground Breaking ini, Andi Amran mengungkapkan kebahagiaannya karena cita-citanya untuk membangun kedua bangunan tersebut akhirnya terwujud. Oleh karena itu, ia berharap mendapatkan dukungan dari semua pihak agar proses pembangunan kedua bangunan ini dapat berjalan lancar dan sesuai target, dengan struktur bangunan yang diharapkan akan selesai pada Juli 2024 mendatang. (HMS/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular