Minggu, Mei 26, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengukuhan Takmir Masjid Sultan Alauddin Harap Sinergitas Program Pemerintah

MAKASSAR KORAN SULSEL – Wali Kota Makassar Danny Pomanto melantik Takmir Masjid Sultan Alauddin Dewan Da’wah Sulsel masa bakti 2024-2028. Pelantikan berlangsung usai salat subuh di Masjid Sultan Alauddin Jl Prof Abdurrahman A Basalamah pada Minggu (25/2/2024)

“Masjid Sultan Alauddin banyak melakukan peran pembinaan dan peningkatan kesejahteraan sosial di sekitar masjid seperti program ATM Beras, pembinaan TK TPA, kegiatan Tahfiz Alquran dan kajian-kajian keislaman lainnya” Ujar Danny Pomanto Walikota Makassar

Masjid Sultan Alauddin sangat unik, menurutnya, karena dihuni jemaah yang banyak memiliki gelar doktor dan profesor dalam berbagai disiplin ilmu. Sehingga dengan hadirnya para ilmuwan tersebut,  terus dapat mengedukasi masyarakat dari kebodohan dan ketimpangan.

“Beberapa program Pemkot Makassar yang dapat disinergikan seperti  program “santuni anak yatim”, “tahfiz lorong”, “jagai anakta”, utamanya anak perempuan” Papar Danny

Wali Kota Makassar juga menyebutkan kesedihannya dengan kondisi politik saat ini, seolah yang berusaha bersih dari money politik sangat sulit bahkan besar peluang tidak terpilih karena “tidak bermain kotor”.

Setelah sambutan Wali Kota Makasasar,  sesi pembacaan SK Dewan Da’wah Sulawesi Selatan Nomor 11/KEP/DD-SS/II/2024 oleh Askar Patahuddin mewakili Ketua Umum DD Sulsel.

Pelantikan ini  juga dilakukan langsung oleh Sekretaris Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat, H. Avid Sholihin, yang melantik Pengurus Inti Takmir Masjid Sultan Alauddin Makassar bersama 7 wakil ketua dan 7 ketua bidang kemakmuran masjid.

“Tiga pesan almarhum  Mohammad  Natsir sebagai pendiri Dewan Dakwah, Menteri Penerangan Pertama RI, dan Pahlawan Indonesia. Pesan pertama, luruskan niat karena ini adalah amanah yang datang dari Allah. Kedua sekarang jam berapa, maksudnya seorang pengurus dan pejuang dakwah harus tahu kondisi umat, sehingga dapat merumuskan program kerja yang tepat untuk umat. Ketiga taat kepada pemimpin, maknanya seperti pada saat salat berjamaah.” Ujar H. Avid Sholihin

“Kondisinya, banyak yang berjamaah tapi terkadang mendahului imam, atau bersamaan dengan gerak imam, atau terlalu lambat,” katanya.

Seharusnya makmum itu mengikuti imam, sebagai gambaran dalam berorganisasi. Dia berharap dengan adanya pengurus baru masjid, masalah-masalah yang lalu bisa diselesaikan, lebih dapat meningkatkan kemakmuran masjid. Karena amanah ini adalah tanggung jawab kepada Allah.

Kegiatan pelantikan ini diakhiri dengan sesi foto bersama para undangan dan takmir  Masjid Sultan Alauddin dan pengurus Dewan Da’wah Sulawesi Selatan. (hms)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular