Minggu, Mei 26, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Gowa Target 8.100 Orang pada skrining X-ray TBC

MAKASSAR, KORANSULSEL -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menargetkan skrining Tuberkulosis (TBC) dengan metode X-ray kepada sebanyak 8.100 orang untuk 20 puskesmas yang tersebar di kabupaten itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes)) Kabupaten Gowa Ghaffar di Gowa, Jumat, mengemukakan sehubungan dengan percepatan penemuan kasus TBC, maka diperlukan upaya khusus penemuan kasus secara aktif pada populasi berisiko tinggi dengan skrining gejala TBC dan X-ray.

“Upaya tersebut diharapkan dapat menekan laju penularan TBC dalam rangka menuju eliminasi TBC tahun 2030,” kata Ghaffar.

Untuk itu di Kabupaten Gowa dilaksanakan ACF (Active Case Finding) yang merupakan kegiatan untuk menemukan Kasus TBC melalui serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan dahak,Tuberculin, serta pemeriksaan dada dengan menggunakan mobile X-Ray.

Kegiatan penemuan kasus TBC dengan skrining X-Ray dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah dan erat pasien TBC tahun 2024 di Kabupaten Gowa dilaksanakan pada 2-22 Mei 2024.

“Diharapkan dapat meningkatkan kontribusi yang signifikan terhadap pengendalian program TBC dan mencapai target percepatan eliminasi TBC di Provinsi Sulsel, khususnya di Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Kegiatan serupa juga sukses digelar di Kabupaten Bone pada April lalu dan Gowa menjadi daerah terakhir skrining TBC menggunakan metode X-ray.

Ghaffar menjelaskan TBC merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia, terutama negara-negara yang sedang berkembang. Laporan Global TB Report WHO 2022 menunjukkan Indonesia masih menjadi penyumbang 969.000 kasus TBC di dunia atau kedua terbesar di bawah India (2.590.000).

Global TB report juga menunjukkan satu juta kematian pasien TBC di Indonesia selama 10 tahun terakhir. Angka kematian yang menurun sejak tahun 2015 sampai 2019, menunjukkan peningkatan kembali pada tahun 2020 bersamaan dengan terjadinya pandemi COVID-19.

TBC pada anak merupakan komponen penting dalam pengendalian TBC karena jumlah anak berusia kurang dari 15 tahun adalah 40-50 persen dari seluruh jumlah populasi dan terdapat sekitar 500.000 anak di dunia menderita TBC setiap tahun.

Di Indonesia, porsi kasus TB anak di antara semua kasus TBC yang ternotifikasi dalam program TBC hanya 9 persen dari yang diperkirakan 10-15 persen. Strategi nasional 2020-2024 terdapat 10 indikator utama, dua diantaranya adalah cakupan penemuan kasus TBC pada anak sebesar 90 persen dan cakupan pemberian TPT pada kontak serumah sebesar 58 persen pada 2023. (HMS/KS)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular